Catat! 4 Janji Ahok Setelah Cabut dari Partai Prabowo

Catat! 4 Janji Ahok Setelah Cabut dari Partai Prabowo

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 09:46 WIB
Catat! 4 Janji Ahok Setelah Cabut dari Partai Prabowo
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah berpikir masak-masak hengkang dari Partai Gerindra. Ia hanya ingin merealisasikan janji-janjinya kepada konstituennya. Ahok juga punya rencana bombastis.

Ahok mundur setelah kecewa berat partai besutan Prabowo itu mendorong Pilkada lewat DPRD. Ia menolak mentah-mentah wacana itu karena tidak ingin kepala daerah menjadi sapi perah anggota DPRD semata.

Tanpa basa-basi, Ahok akhirnya lengser dari Partai Gerindra. Kini, Ahok ingin mempertanggungjawabkan segala janji-janjinya kepada rakyat Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suami Veronika Tan ini bahkan berani mati memperjuangkan nasib konstituennya meski harus berhadapan dengan DPRD. Ahok juga memastikan kemungkinan besar tidak lagi bergabung dalam partai politik meskipun sejumlah parpol siap menampungnya.

Berikut 4 janji Ahok setelah cabut dari Partai Prabowo:

1. Berani Mati Beresin Jakarta

Semangat Ahok (48) untuk membenahi Ibu Kota sangat tinggi. Hal ini dibuktikannya dengan berani memasang badan walau telah mundur dari partai yang menaunginya selama ini Partai Gerindra. DPRD juga tidak membuatnya gentar.

"Berani mati bahkan supaya Jakarta ini beres. Ya sudah kalau paham dengan saya nggak mungkin ribut dengan saya kan. Kenapa takut," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menolak jika harus tunduk dan menjadi 'budak' yang dikontrol parpol serta DPRD DKI. Dirinya memilih tetap taat kepada konstitusi, bukan konstituen.

"Saya sudah tantang kok, jangan terima suap, taat sama konstitusi bukan konstituen," lanjutnya.

"Ini akan menjadi tontonan politik menarik di Indonesia. Sebelum kepala daerah diambil alih menjadi budak dikontrol oleh parpol. Makanya kita buktikan saya bilang ini mengganggu nurani saya karena saya nggak mau jadi kepala daerah kalau saya harus tanggung jawab sama DPRD," tutup Ahok.

Sebelumnya, suami Veronica Tan ini juga menyatakan dirinya tetap optimistis dirinya didukung rakyat meski keluar dan tak mempunyai partai. Sehingga Ahok tidak takut kepemimpinannya di DKI digoyang oleh DPRD.

"Saya akan buktikan bahwa tanpa partai pun sebagai kepala daerah saya akan didukung rakyat. Selama didukung oleh rakyat. Saya bertanggung jawab ke rakyat, bukan ke DPRD. Saya bisa tetap menjalankan program untuk kesejahteraan rakyat," ujar pria yang bergaya ceplas-ceplos ini.


2. Suguhi Tontonan Menarik

Ahok bersiap membuka 'medan perang' baru dengan DPRD. Dalam waktu dekat memang akan ada pemilihan wakil gubernur. Menyusul terpilihnya Jokowi menjadi presiden. Posisi gubernur digantikan Ahok, untuk Wagub dipilih berdasarkan kesepakatan partai politik pengusung, PDIP dan Gerindra.

"kita lihat saja. Kalau perlu nggak usah lagi, biarin saja. Saya nggak mau tanda tangan, biarin saja," kata Ahok di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/9/2014).

"Supaya nanti kalau ada wakil ngelobi-ngelobi, ya kita bikin tontonan baru lah," tambahnya.

Ahok hanya menjawab diplomatis saat ditanya apakah tindakannya nanti tak akan berimplikasi penggoyangan pemerintahannya yang tinggal 3 tahun lagi.

"Ya makanya kita lihat dulu. Kan kita nggak tahu komentar-komentar orang. Minimal kalian punya tontonan menarik lah," tutup dia.

3. Buktikan Didukung Rakyat

Ahok memutuskan untuk keluar dari partainya. Meski nanti tak punya partai, Ahok yakin dirinya tetap akan didukung rakyat.

"Saya akan buktikan bahwa tanpa partai pun sebagai kepala daerah saya akan didukung rakyat. Selama didukung oleh rakyat," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Ahok menyadari, jika tak punya partai, kepemimpinannya di DKI rawan digoyang DPRD. Namun dia yakin jika rakyat mendukung, maka segala program yang dicanangkannya tetap bisa berjalan.

"Saya bertanggung jawab ke rakyat, bukan ke DPRD. Saya bisa tetap menjalankan program untuk kesejahteraan rakyat," ujar pria yang bergaya ceplas-ceplos ini.

Ahok juga mengatakan di tak akan loncat ke partai lain. Mantan Bupati Belitung Timur ini ingin fokus mengurus Jakarta dan tak mau direcoki tetek bengek urusan partai.

"Ngapain saya mesti masuk partai. Nanti saya mesti rapat partai, nanti ketemu orang partai, nggak usah lagi deh. Konsentrasi urusin Jakarta saja. Toh kan nggak bisa nyalon lagi," tutur mantan anggota DPR Komisi II (pemerintahan dalam negeri ini) dari Golkar ini.

4. Tolak Berpolitik

Ahok telah mengajukan surat pengunduran diri ke Gerindra. Setelah masa jabatannya di DKI selesai pada 2017, Ahok mempertimbangkan untuk mengakhiri perjalanan politiknya.

"Saya nggak daftar (pilgub DKI -red) lagi. Sekarang tinggal 3 tahun lagi. Dengan kondisi begini, nggak mungkin lagi saya nyalon kan," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Ahok tak mau terlibat pemilihan kepala daerah yang dilakukan oleh DPRD. Dia mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia politik.

"Nanti mungkin saya nggak pengen di politik lagi. Saya nggak tahu, kita lihat saja," ujarnya.

Ahok juga menegaskan hubungannya dengan Gerindra sudah selesai. Kalaupun nantinya ternyata aturan pilkada lewat DPRD tak jadi disahkan, Ahok tak mau kembali ke Gerindra.

"Gerindra udah nyata-nyata seperti itu kok, bagi saya sudah selesai," tuturnya.

Ahok juga tak akan pindah ke PDIP yang selama ini dekat dengannya. "Saya tidak akan masuk ke PDIP juga," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Ahok mengatakan hubungannya dengan PDIP selama ini memang baik. Namun dia menegaskan tak akan masuk parpol hingga masa jabatannya di DKI berakhir hingga 2017.

"Jadi lebih baik dalam 3 tahun ini saya konsentrasi ngurusin Jakarta saja sudah, kan masa saya tinggal 3 tahun," ujarnya.

Halaman 2 dari 5
(aan/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads