"Sudah ada Pak Djan Faridz, Ahmad Yani, Romahurmuziy, Lukman Hakim Saefuddin, Suharso Monoarfa, dan Efiyardi Asda," kata Dimyati saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/9/2014).
Dimyati mengatakan Suryadharma juga tak mau mempertahankan posisinya sebagai Ketum PPP. Namun, kata Dimyati, Suryadharma ingin peralihan kekuasaan dilakukan dengan cara-cara yang sesuai aturan melalui Muktamar, bukan pemecatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tak mengakui pemecatan Suryadharma, Dimyati juga tak mengakui penunjukan Waketum Emron Pangkapi sebagai Plt Ketum PPP. Dia menegaskan penunjukkan Plt itu tidak sah karena tak tercantum di AD ART partai.
"Itu Plt-plt an. Siapa yang mengakui Plt itu? Tidak ada Plt!" tandasnya.
(trq/try)










































