Seringkali petugas kesulitan dalam berkomunikasi dengan jamaah yang datang dari daerah. Karena kadang jamaah tak mahir berbahasa Indonesia.
"Apabila ada jamaah yang tersesat petugas haji akan melakukan identifikasi dari gelang yang dipakai jamaah tanpa komunikasi ba bi bu," kata petugas pengamanan sektor khusus Masjid Nabawi, Kompol Sugeng Supriyanto, kepada wartawan di Madinah, Rabu (10/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian petugas haji akan mengantar jamaah yang tersesat dari hotel ke hotel, kalau hotel tersebut berada di wilayah sektor 1 atau 4 jamaah saya antar dengan jalan kaki. Tetapi kalau di wilayah sektor 2 dan 3 jamaah yang tersesat tersebut akan saya antar menggunakan mobil karena jauh dan panas," kata Sugeng.
Dalam mengantar jamaah yang tersesat tersebut, para petugas haji sektor khusus Nabawi setiap hari mondar-mandir penuh keringat tanpa memperhatikan penampilan. "Harus kerja keras 1 x 24 jam karena tidak ingin jamaah Indonesia tersesat dan terlunta-lunta di Tanah Suci," jelasnya.
Banyak jamaah yang tersesat hingga 24 jam tanpa tahu jalan pulang. Dalam keadaan lelah dan lapar tanpa sendal mereka bertemu petugas haji sektor khusus Nabawi. Setelah diberi makan dan minum, jamaah ditenangkan.
"Setelah itu baru diantar ke hotel atau ke pemondokan. Tak jarang sesampai hotel pemondokan disambut oleh tangisan dan pelukan dari keluarga jamaah yang tersesat," pungkasnya.
(van/rmd)










































