Pertemuan antara TNI dan tokoh-tokoh ormas islam digelar di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (10/9/2014). Din pun melempar candaan dengan memanggil Moeldoko sebagai Kyai Haji.
"Kita patut menyampaikan penghargaan kepada Panglima TNI yang mengundang kita bersilahturahim, Jenderal Dr. KH Moeldoko," ujar Din saat menyampaikan sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersama TNI rakyat kuat. Menjauh dari rakyat TNI kualat karena TNI lahir dari rakyat. Namun Pak Panglima tidak terlalu jelas apakah NU atau Muhammadiyah. Ternyata pak Panglima Munu, Muhammadiyah dan NU. Pendiri TNI Jenderal Soedirman itu Muhammadiyah, jadi di dalam darah TNI mengalir darah Muhammadiyah," kata Din yang kembali mengundang tawa.
Tidak mau kalah dengan Din, Aqil pun menyapa Moeldoko dengan menambahkan gelar keagamaan. Aqil juga menyapa Din dengan julukan Syekh. "Assalamualaikum Jenderal Prof. Dr. Gus Moeldoko, Prof. Dr. KH. Syekh Din Syamsuddin," ucap Aqil yang juga disambut dengan tawa.
Aqil pun menggoda Din dengan menyebut jika darah Muhammadiyah mengalir di TNI, maka darah NU mengalir di Muhammadiyah. Menurutnya hal tersebut lantaran lahirnya NU yang jauh setelah Muhammadiyah itu justru untuk memperkuat ormas islam pimpinan Din tersebut, terutama dalam hal organisasinya.
Pria asal Cirebon ini pun kembali menyapa Moeldoko dengan sebutan kebesaran ulama. Said memanggil Jenderal Bintang 4 itu dengan julukan Kyai saat bercerita bahwa Nabi Muhammad telah memprediksi lahirnya kelompok radikal ISIS.
"Pak Kyai Moeldoko. Nabi Muhammad telah mempridiksi akan lahirnya kelompok radikal seperti ISIS ini," tutur Aqil yang membuat Moeldoko tersenyum itu.
Terlihat senang setelah mendengarkan sambutan Din dan Aqil, Moeldoko menyatakan perlu adanya koalisi permanen antara TNI dengan para ormas islam untuk memberantas radikalisme.
"Kalau TNI itu Tentara Nasional Indonesia, TNU tuntunan dan tatanan NU, TMU tuntunan dan tatanan Muhammadiyah. Kalau nanti ini bergabung, beres kabeh (semua), semua masalah. (Permasalahan) Indonesia selesai," ungkap Moeldoko sebelum mengakhiri acara.
(ear/rna)











































