Mengincar kursi Bantul 1, putra pertama (alm) Noto Suwito atau adik keempat mendiang presiden Soeharto ini tak mempermasalahkan mekanisme apa yang akan digunakan dalam pilkada nantinya.
"Saya siap maju! Apakah akan pemilihan langsung atau melalui legislatif, intinya saya siap," kata Aryo saat bertemu sejumlah wartawan di Bantul, Rabu (10/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hitungan-hitungan, semua partai di Koalisi Merah Putih sudah membuka diri tapi Gerindra yang paling siap bekerjasama. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti berkomunikasi dengan partai di luar koalisi," ujarnya.
Kesiapan pria berkacamata ini maju dalam pilkada Bantul juga didasari sinyal positif dari keluarga besar Cendana.
"Besok (Jumat) malam kami akan bertemu dengan keluarga besar (Cendana) di Jakarta. Intinya minta restu dan dukungan. Semoga mbak Titik (Siti Hediati Hariyadi) bisa mengkomunikasikan dengan Partai Golkar," tegas Aryo.
Bagi pria yang tinggal di kampung kelahiran Soeharto, dusun Kemusuk, desa Argomulyo Sedayu Bantul ini, keniatan maju dalam pilkada semata-mata untuk lebih memajukan masyarakat di Kabupaten Bantul.
"Sektor pariwisata dan industri rumah tangga seperti kerajinan belum tergarap secara maksimal. Padahal potensi Bantul sangat mendukung untuk dikembangkan sebagai pendukung sektor pariwisata," tambahnya.
Pilkada Kabupaten Bantul akan digelar pada Mei 2015 mendatang. Selain Aryo Winoto, seorang perwira menengah di Polda Banten, Kombes Suharsono juga menyatakan siap bertarung. Nama lain yang juga mengemuka adalah bupati petahana Sri Suryawidati, wakil ketua DPW PKB Aslam Ridlo dan mantan orang dekat Gus Dur, Agus Wiyarto.
(try/try)











































