Kerugian negara timbul dari proyek interior dan IT perpustakaan UI salah satunya akibat perusahaan pemenang lelang, ternyata merupakan perusahaan yang dipinjam benderanya. Dan ternyata hal tersebut, diketahui oleh pejabat UI sejak awal.
Direktur Umum dan Fasilitas UI Donanta Dhaneswara menyatakan, pada pertengahan 2010 dia pernah didatangi oleh Direktur PT Makara Mas Tjahjanto Budisatrio. Pertemuan dilakukan untuk membahas mengenai rencana lelang proyek IT dan interior perpustakaan UI.
Tjahjanto bertanya kepada Donanta, apakah Makara Mas, perusahaan milik UI bisa untuk mengikuti lelang tersebut. Donanta tegas menjawab Makara Mas yang tidak memiliki kualifikasi dalam bidang IT dan interior, tak memenuhi syarat untuk mengikuti lelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Tjahjanto tak menyerah. Dia menanyakan bagaimana jika Makara Mas meminjam perusahaan bendera lain yang memiliki kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan.
"Saya bilang silakan, kalau memang memenuhi kualifikasi," jawab Donanta.
Jawaban Donanta ini lantas membuat dia mendapatkan 'ceramah' dari Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan lantaran tindakan suatu perusahaan untuk meminjam bendera lain itu tidak diperbolehkan. Sang pengadil juga beberapa kali mencecar Donanta βyang menjawab berbelit-belit.
Belakangan, Makara Mas benar-benar meminjam bendera perusahaan lain yakni PT Netsindo dalam lelang tersebut. Perusahaan itu memenangi tender karena Tafsir mengeluarkan surat edaran untuk memprioritaskan Makara yang merupakan perusahaan milik UI.
Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan, negara mengalami kerugian sebesar Rp 13 miliar dari pengadaan ini. Anggaran untuk pengadaan IT dan interior ini sebesar Rp 50 miliar.
Kerugian negara, bisa muncul salah satunya karena PT Makara Mas melakukan pembelian komputer merek Apple, point of sales system, kabel jaringan, peralatan sistem perpustakaan, yang mana pembelian barang-barang tersebut ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana diatur dalam kontrak. Selain itu penyelesaian pekerjaannya juga terlambat yang mengakibatkan beberapa barang tidak dapat difungsikan atau berfungsi namun tidak optimal dan menyebabkan kemahalan harga.
(fjp/aws)











































