Pidato di Beijing, Surya Paloh Ingin Lebih Banyak WNI Belajar di Tiongkok

Laporan dari Tiongkok

Pidato di Beijing, Surya Paloh Ingin Lebih Banyak WNI Belajar di Tiongkok

- detikNews
Rabu, 10 Sep 2014 16:13 WIB
Pidato di Beijing, Surya Paloh Ingin Lebih Banyak WNI Belajar di Tiongkok
Jakarta - Ketua umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh dianugerahi Honorary Professorship oleh Beijing Foreign Studies University (BFSU), Tiongkok. Dalam pidatonya, Surya Paloh mendorong peningkatan hubungan Indonesia-Tiongkok, salah satunya melalui pendidikan.

"Saya berkomitmen untuk mendorong lebih banyak pelajar Indonesia mengeyam pendidikan di berbagai bidang unggulan di China. Sebaliknya, kami juga menerima dengan tangan terbuka setiap pelajar China yang hendak menempuh pendidikan di berbagai bidang unggulan di Indonesia," kata Surya Paloh.

Hal itu disampaikan dalam sambutan penganugerahan Honorary Professorship di BFS University, Beijing, Tiongkok, Rabu (10/9/2014). Acara itu dihadiri sekitar 150 mahasiswa dan tamu undangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara pejabat yang hadir adalah Presiden BFSU Prof Peng, Wakil Presiden BFSU Yan Guohua, Sekjen Asean China Center (ACC) Ma Minqiang‎, Wakil Dubes Indonesia untuk Tiongkok Wisnu Edi Pratignyo dan lainnya.

"Saya juga sangat senang dan tersanjung, bahwa BFSU memiliki Indonesian Study Centre. Tak banyak negara di dunia ini menyadari betapa pentingnya mempelajari dan mendalami Indonesia," imbuh pemilik Metro TV tersebut.

Menurut Surya, lembaga Indonesia Study Centre itu diharapkan bisa menjadi penyedia Informasi dan rujukan penting tentang negara Indonesia. Tentu juga sebagai salah satu institusi yang turut berperan mempererat peningkatan hubungan Indonesia-China.

‎"Saat ini jumlah pelajar Indonesia di China merupakan salah satu yang terbesar di antara negara ASEAN," ujarnya yang hadir dari Indonesia didampingi sejumlah petinggi NasDem dan Metro TV.

"Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Indonesia pada Oktober 2013, menempatkan Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang dikunjungi, merupakan sinyal kuat akan pentingnya Indonesia di mata pemimpin China," imbuhnya.

‎Dalam kesempatan sebelumnya, saat berbincang dengan mahasiswa Indonesia di Tiongkok pada Selasa (9/9) kemarin, di Beijing Capital International Airport, Surya Paloh mengatakan minimal harus ada 100 ribu mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok.

(bal/rna)


Berita Terkait