Di Berlin Pesepeda dan Pejalan Kaki Begitu 'Dimanja', Apa Jakarta Bisa?

Di Berlin Pesepeda dan Pejalan Kaki Begitu 'Dimanja', Apa Jakarta Bisa?

- detikNews
Rabu, 10 Sep 2014 16:09 WIB
Di Berlin Pesepeda dan Pejalan Kaki Begitu Dimanja, Apa Jakarta Bisa?
Berlin - Mungkin agak terlalu jauh membandingkan kota-kota di Eropa dengan Jakarta, Berlin salah satunya. Tapi paling tidak, kota di negara maju itu bisa menjadi contoh bagi Jakarta yang terus memperbaiki diri. Semoga saja Jakarta bisa menjadi kota yang manusiawi bagi penduduknya.

Akhir pekan lalu, detikcom berkesempatan mengunjungi Kota Berlin, Jerman. Kota yang memiliki sejarah panjang sejak abad pertengahan itu memiliki gedung-gedung tua nan eksotis. Tak heran kalau kota ini menjadi buruan para turis dari berbagai negara.

Di musim panas seperti September ini, ribuan turis memenuhi kawasan bangunan tua, misalnya benteng Bradenburg, Katedral, dan juga Gedung DPR Jerman. Masih banyak lagi gedung dan taman yang menjadi lokasi wisata, plus pusat perbelanjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bicara soal Berlin, kota itu amat manusiawi. Tak heran turis betah berlama-lama di kota ini. Misalnya saja trotoar, di seluruh ruas jalan trotoar amat luas. Jadi berjalan pun terasa nyaman.

Plus lagi untuk pesepeda ada jalur khusus tersedia di jalan. Tempat parkir juga ada di kanan dan kiri jalan, asal jangan lupa gempok dipakai.

Bagi turis yang ingin bersepeda juga di banyak titik ada tempat menyewanya. Tarifnya mulai dari 10, 12, sampai 18 Euro untuk 1x24 jam.

Pastinya tadi itu, tempat jalan yang nyaman dengan trotoar yang luas, jalur sepeda, juga transportasi umum mulai dari trem, bus, sampai kereta tersedia. Macet pun nyaris tak ada di kota ini.

Mereka yang parkir juga jangan sembarangan. Banyak CCTV yang memantau. Mereka yang main-main soal urusan parkir langsung ditilang, priiiit!

Nah melihat kenyamanan kota di Jerman dengan fasilitas kota yang manusiawi dengan taman-taman nan luas, apa kira-kira Jakarta bisa? Untuk membangun trotoar yang lebar di setiap sudut jalan saja mungkin sulit. Saat ini saja hanya di kawasan Sudirman-Thamrin-Medan Merdeka saja yang trotoarnya enak diinjak.

Ya tapi harapan selalu ada. Semoga saja Jakarta dan kota-kota lainnya tak kalah dengan kota di Eropa. Menjadi manusiawi dan memanjakan penduduknya.

(ndr/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads