"Ada sedikit gangguan jam penerbangan di Juanda tetapi itu digunakan pakai blocking time, jadi nggak sepenuhnya. Paling terganggu hanya beberapa menit, saat take off dan landing. Area bermainnya juga cukup jauh dari Juanda," ungkap Moeldoko usai adakan pertemuan dengan tokoh ormas islam di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (10/9/2014).
Jenderal Bintang 4 ini membantah kabar yang berhembus sebelumnya bahwa Bandara Juanda akan ditutup sehingga akan merugikan penumpang. TNI saat ini menurut Moeldoko tengah menghitung waktu jadwal-jadwal mana yang akan terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya nggak ada masalah, apalagi kita memiliki landasan di Malang dan Madiun. Sehingga frekuensi penerbangan yang dihembuskan kemarin itu nggak benar," sambung Moeldoko.
Moeldoko pun meminta agar para pihak terkait tidak mengeluarkan statement yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Terutama jika apa yang disampaikan belum tentu benar.
"Kadang-kadang kita sering melontarkan pernyataan yang bikin orang bingung. Saya minta pejabat-pejabat terkait yang seperti itu, seperti (pernyataan) Inaca 'nanti akan terjadi 200 ribu manusia terlantar', ini kan meresahkan," pinta Moeldoko.
Pria asal Kediri ini pun mengaku hingga saat ini belum berkoordinasi dengan pihak Bandara Juanda. Pasalnya, TNI masih perlu menghitung jadwal latihan prajuritnya.
"Belum, kita belum mengkomunikasikan waktu karena kita masih menghitung, karena kita bermain dengan presisi. Kita mengerahkan 240 pesawat sehingga waktunya sangat crowded sehingga presisinya sangat diperlukan," tutup Moeldoko.
(ear/rna)











































