Wali Kota Bogor Bima Arya berbeda pendapat dengan sikap partainya soal RUU Pilkada. Bima memilih Pilkada langsung daripada Pilkada lewat DPRD. Apakah dia akan mengikuti langkah Basuki Tjahaja Purnama yang mundur dari partainya?
Saat ditanya soal hal tersebut, Bima menyebut perbedaan pendapat di dalam partai biasa. Bila setiap kali berbeda pendapat, seorang kader keluar, maka partai akan tidak sehat.
"Kita harus terbiasa mengelola perbedaan. Parpol harus terus dibangun. Right or wrong is my party. We are proud when it is right. When it is wrong, make it right. Saya ikut mendirikan PAN tahun 1998 di Bandung. Sekali matahari, tetap matahari," tegasnya kepada detikcom, Rabu (10/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pilkada melalui DPRD adalah sebuah kemunduran. Partisipasi rakyat dalam demokrasi menjadi terkekang.
(mad/nrl)











































