Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tertarik merekrut kandidat menteri dari kalangan marketing. Dia beralasan membutuhkan figur yang memiliki keahlian untuk membuat gebrakan, khususnya di beberapa kementerian tertentu.
"Seperti pariwisata, yang berhubungan dengan produk berarti, perdagangan. Tapi bukan perdagangan saja, misalnya koperasi UKM," kata pria yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta ini, Senin (8/9/2014) lalu.
Sejumlah nama yang diusulkan masyarakat melalui kanal seleksimenteri.com tak asing dengan dunia pemasaran. Misalnya Bupati Banyuwangi Jawa Timur Abdullah Azwar Anas dan Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan Muhammad Nurdin Abdullah. Ada juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan dan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan. Seperti apa kiprah mereka?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejak tahun 2009, Bantaeng menjadi daerah yang cukup menonjol. Investor kelas dunia berdatangan ke kabupaten yang jaraknya 120 kilometer dari Makassar ini. Awal-awal memimpin, Nurdin mengakui banyaknya persoalan di daerahnya. Mulai dari infrastruktur, kemiskinan, pengangguran, banjir rutin setiap tahun dan layanan publik. Pelan-pelan masalah-masalah itu diatasi.
"Kami normalisasi sungai dan drainase lalu membangun cekdam, membangkitkan petani dengan ketersediaan pupuk, benih unggulan dan irigasi pertanian di daerah-daerah terisolir dan menggeliatkan perekonomian Bantaeng dengan membuka pintu masuk bagi para investor," kata Nurdin yang ditemui detikcom di restoran New Shogun, di kawasan Pantai Losari, Makassar, pada Februari tahun ini.
Mantan Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia ini membuka kesempatan bagi para investor kelas dunia untuk berbisnis di Bantaeng. Nurdin menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektar di daerah Pajjukukkang yang tuntas di tahun 2015 untuk pabrik smelter yang dibangun investor Jepang, Cina dan India. Juga menyediakan 2.000 hektar untuk relokasi industri dari Jepang. Rencananya pula, Ehime Toyota akan membangun sekolah mekanik untuk wilayah Asia Pasifik dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional.
Bupati Banyuwangi Abbdullah Azwar Anas juga dinilai sukses menjadi seorang 'marketer' bagi kota yang dikenal sebagai Bumi Blambangan itu. Sejak politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu memimpin, Banyuwangi terus berbenah sehingga menjadi incaran para investor.
Kabupaten berjuluk 'The Sunrise of Java' itu memang sedang sibuk berbenah dalam tiga tahun terakhir. "Investasi jadi kunci penggerak ekonomi, karena tentu kita tidak bisa mengandalkan APBD semata yang kapasitasnya terbatas," kata Bupati Anas kepada detikcom, Rabu (26/3/2013) lalu.
Pada 2013, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 3,2 triliun, meningkat hingga 175% dibanding tahun 2012 yang sebesar Rp 1,1 triliun. Jika dibandingkan dengan 2010 yang investasinya baru Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100%.
Sejumlah investor kakap mulai masuk Banyuwangi, di antaranya Grup Bosowa, PT Semen Indonesia Tbk, industri gula oleh Konsorsium BUMN, grup perhotelan kenamaan, agribisnis, dan industri perikanan besar.
"Ada juga pengolahan ikan besar yang masuk dan industri hilir kelapa. Memang kami prioritaskan industri yang punya nilai tambah terhadap potensi lokal Banyuwangi seperti pertanian dan perikanan," papar Anas yang ditemui di Bumi Hotel Surabaya ini.
Dia mengatakan, investasi di Banyuwangi makin efisien. Itu ditunjukkan dengan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Banyuwangi sebesar 2,05, lebih rendah dari Jatim yang sebesar 3 atau rata nasional di kisaran 4. ICOR adalah indikator yang menunjukkan besarnya tambahan modal baru yang dibutuhkan untuk menambah satu unit output.
"Artinya, untuk menaikkan output 1 barang di Banyuwangi butuh 2,05 modal. Itu di bawah ICOR nasional sebesar 4 yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan output 1 barang membutuhkan investasi sebesar 4 modal. Artinya Banyuwangi lebih efisien," ujar Anas.
Nurdin Abdullah, Abdullah Azwar Anas, Emirsyah Satar, dan Karen Agustiawan adalah nama yang diusulkan masyarakat melalui kanal seleksimenteri.com. Mereka masih dijagokan masuk kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasil polling sementara hingga hari ini Rabu (10/9/2014) , Nurdin Abdullah diunggulkan menjadi calon Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Menteri Koperasi dan UKM.
Sementara Abdullah Azwar Anas dijagokan menjadi calon Menteri Dalam Negeri, Menteri PDT, dan Menteri Perumahan. Adapun Emirsyah Satar diunggulkan menjadi kandidat Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Menteri BUMN.
Karen Agustiawan diunggulkan untuk menjadi calon Menteri BUMN, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Siapa yang menurut Anda layak menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK. Ikuti polling Seleksi Menteri di sini.
(erd/nrl)











































