Indonesia Minta AS Cabut Embargo Militer
Kamis, 06 Jan 2005 20:40 WIB
Jakarta - Indonesia meminta Amerika Serikat (AS) mencabut embargo militer yang selama ini diterapkan. Pencabutan embargo militer itu terhadap peralatan militer yang tidak mematikan, seperti transportasi udara untuk mengangkut bantuan.Hal itu dikaitkan dengan kendala yang dihadapi Indonesia yakni kurangnya tranportasi udara untuk mengakut bantuan yang diberikan kepada korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut."Ketika Menlu Hassan Wirayuda bertemu Colin Powell. Menlu AS itu menanyakan apa yang dapat dilakukan AS untuk membantu mengurangi beban akibat timbul bencana gempa dan tsunami. Menlu RI menyatakan adalah kendala yang dihadapai adalah kurangnya transportasi udara karena adanya embargo AS," kata Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa kepada wartawan usai acara KTT Tsunami di gedung JCC, Jakarta, Kamis (6/1/2005). Menurut Marty, permintaan pencabutan embargo itu untuk peralatan militer yang tidak mematikan. "Kita minta pencabutan embargo terhadap non lethal military equipment, seperti pesawat pengangkut," katanya.Terhadap hal itu, kata Marty, Colin Powell menjanjikan akan berbicara dengan anggota Kongres AS. "Karena ini adalah kebijakan anggota Kongres. Powel berjanji akan meyakinkan Kongres ada situasi khusus yang dialami pemerintah RI," katanya."Pencabutan embargo itu digunakan untuk meningkatkan kemampuan transportasi udara," tandasnya.Marty juga mengatakan, beberapa negara akan menjanjikan memberikan bantuan untuk pemulihan di Aceh dan Sumut. Mereka adalah Australia mengirimkan 1 miliar dolar Australia, Uni Eropa mengirimkan bantuan 2 miliar euro, Korsel berjanji akan membantu US$ 45 juta, Singapura US$ 10 juta, Vitenam US$ 450 ribu, Islam Development Bank US$ 500 juta, Asian Development Bank US$ 500 juta.
(mar/)











































