SBY: Negara Donor Jangan Cuma Janji Saja
Kamis, 06 Jan 2005 19:04 WIB
Jakarta - Dana bantuan yang akan disumbangkan sejumlah negara donatur untuk korban gempa dan tsunami memang sudah mencapai US$ 4 Miliar. Tapi Presiden SBY mengharapkan, jumlah dana sebesar itu dapat terealisasikan dan bukan hanya janji belaka.Demikian disampaikan oleh presiden kepada wartawan dalam jumpa pers, usai KTT Tsunami yang berlangsung di Gedung JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1/2005). Dalam jumpa pers SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda."Itu kredibilitas dari masing-masing donatur di mata dunia. Saya harap dana tersebut betul-betul dapat diwujudkan," kata SBY.SBY mengatakan, bukan hanya komitmen yang diharapkan dari semua pihak melainkan juga aksi konkrit. Menurutnya, cukup atau tidaknya bantuan yang diterima, tergantung kepada tiap-tiap negara yang menjadi korban bencana itu sendiri. Tapi ia menjamin transparansi yang sangat jelas untuk penyaluran dana bantuan tersebut."Satu rupiah pun yang kita dapat, harus transparan dan tidak boleh ada penyelewengan. Saya mengajak semua pihak, organisasi-organisasi seperti corruption watch, transparansi internasional dan lain-lain untuk ikut mengawasi pendistribusian dan penyaluran bantuan ini," ungkap dia.Disinggung mengenai rencana sejumlah negara donor menghapus utang luar negeri Indonesia (debt moratorium), SBY mengatakan bahwa itu adalah inisiatif dari negara-negara mampu tersebut. Tapi ia enggan menyebutkan seperti apa bentuk debt moratorium itu dan seberapa besar hutang yang dihapus."Moratorium itu merupakan inisiatif negara-negara tersebut guna membantu langkah-langkah kita untuk fokus menyelesaikan masalah bencana ini. Kita sudah memiliki pledge mengenai moratorium itu. Nanti akan kita bicarakan dengan kepala Bappenas, Menko Perekonomian dan instansi terkait lainnya, tapi belum bisa kita sebutkan sekarang," demikian SBY.a
(fab/)











































