Gelar Rapat, SDA Sebut Ada Pengurus PPP Minta Dirinya Mundur

PPP Memanas

Gelar Rapat, SDA Sebut Ada Pengurus PPP Minta Dirinya Mundur

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2014 23:50 WIB
Gelar Rapat, SDA Sebut Ada Pengurus PPP Minta Dirinya Mundur
Foto: Herianto Batubara/detikcom
Jakarta -

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali rapat bersama seluruh pengurus harian DPP PPP malam ini. Di tengah rapat, ia menyebut ada yang meminta dirinya segera mundur dari jabatannya itu.

"Ya, ada. Apa namanya....keinginan keinginan untuk saya berhenti di tengah jalan," kata Suryadharma saat dicegat wartawan di sela berlangsungnya rapat di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014) malam.

"Tetapi banyak peserta rapat yang lain menentang pikiran seperti itu. Kalau berhenti di tengah jalan, itu tidak menyelesaikan masalah. Pada akhirnya ada penyelesaian yang parsial, tidak menyeluruh," sambung Suryadharma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryadharma tidak menyebut siapa saja anggota pengurus Harian DPP PPP yang memaksa dirinya mundur. Ia menilai hal itu sah-sah saja di alam demokratis.

"Jadi ini rapat kan sangat demokratis, punya pandangan macam-macam. Siapapun punya hak menyampaikan pendapatnya. Saya sering mengatakan bahwa PPP ini kalau diibaratkan perusahaan, adalah perusahaan yang sudah terbuka, go public. Oleh karenanya pemegang sahamnya banyak, bukan perusahaan keluarga. Saya kira ini kalau diceritakan secara keseluruhan panjang sekali. Jadi kita lihat hasilnya saja," bebernya.

Suryadharma juga menanggapi keinginan sejumlah DPW yang masuk dalam formatur muktamar agar dirinya segera mundur. "Dia harus menempatkan diri sesuai konstitusi, formatur itu adalah jabatan sementara . Formatur adalah pembantu ketua umum. Jadi tidak ada yang memiliki hak untuk melengserkan ketum kecuali muktamar," ujarnya.

Ditegaskan Suryadharma, muktamar adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah di internal PPP. Ia mengaku tidak masalah jika muktamar dilaksanakan secepatnya.

"Tadi saya sampaikan, bahwa jalan terbaik untuk PPP adalah melaksanakan muktamar. Saya telah kemukakan, serahkan, muktamar mau secepat-cepatnya tidak ada masalah. Tetapi ketentuan di dalam AD/ART itu tetap harus terpenuhi supaya tidak ada masalah di kemudian hari," imbuh Suryadharma.

"Saya telah memberikan waktu kepada para peserta rapat, silakan melaksanakan muktamar pada 22 Oktober 2014 ba'da zuhur. Bisa dibuka ba'da zuhur, silakan dan ya tentu kita berharap polemik mengenai PPP bisa segera diakhiri," tutupnya.

(bar/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads