Hutan Bakau Bisa Jinakkan Tsunami
Kamis, 06 Jan 2005 18:38 WIB
Jakarta - Tameng alamiah untuk menjinakkan ganasnya tsunami sebenarnya sudah ada, yakni hutan bakau dan terumbu karang. Tapi kalau sudah dimusnahkan, apa boleh buat, ya harus dilestarikan lagi.Untuk masa kini, hutan bakau bisa jadi barang aneh atau pemandangan yang mengganggu ketika keberadaannya sudah berganti menjadi hotel-hotel, tambak udang, jalan raya, bangunan, bahkan perumahan.Belum lagi keberadaan terumbu karang yang banyak diburu untuk diperjualbelikan, bahkan rusak begitu saja akibat bom ikan. Padahal hutan bakau dan terumbu karang berfungsi sebagai pelindung. Demikian diberitakan Reuters, Kamis (6/1/2005).Hal itu terbukti ketika tsunami melanda beberapa negara Asia pada 26 Desember 2004. Wilayah-wilayah yang terlindung secara alami di beberapa lokasi di India, Malaysia dan Sri Lanka menderita kerugian korban jiwa maupun materi yang jauh lebih kecil dibanding daerah yang terbuka."Sedangkan di area yang tidak lagi memiliki pelindung alami atau memang tidak ada sebelumnya, tsunami datang dengan seluruh kekuatan dan amarahnya, sehingga kerusakan yang ditimbulkan lebih besar," kata Meena Raman, pimpinan kelompok lingkungan hidup Friends of the Earth yang bermarkas di Amsterdam Belanda.Untuk itu, lanjut dia, pemerintah diminta untuk melindungi dan menjaga kelestarian hutan bakau di tepi pantai dan terumbu karang yang disebut sebagai green belts itu.Tameng alamiah itu, menurut dia, merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk melindungi masyarakat pesisir terhadap badai atau gelombang tsunami yang mungkin akan muncul lagi di masa mendatang."Jadi melestarikan pelindung alamiah seperti hutan bakau dan terumbu karang itu perlu dilakukan karena bisa memberikan perlindungan untuk jangka waktu lama dan membantu menjinakkan terjangan tsunami," kata Meena Raman.
(sss/)











































