Pengembalian nama tersebut ditandai dengan penandatangan 'Monumen Sriwedari' oleh Wakil Presiden, Boediono, dalam acara puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang juga digelar di stadion tersebut, Selasa (9/9/2014).
Dalam sambutannya, Boediono mengatakan 66 tahun lalu di lokasi yang telah digelar perhelatan berskala nasional yang sangat penting bagi perjalanan bangsa, yaitu PON pertama yang dibuka pada 9 September 1948 di saat seluruh bangsa juga sedang berjuang keras mempertahankan negara dari rongrongan baik dari dalam maupun luar. Tanggal itulah yang kemudian dijadikan tonggak peringatan Haornas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menpora Roy Suryo mengatakan, pengembalian nama stadion tersebut karena nama Sriwedari sudah menyejarah dan memang punya jejak sejarah. Penanggalan nama R Maladi bukan berarti tidak menghormati jasa Maladi di dunia olahraga. Namun berikutnya nama Maladi akan ditempatkan pada posisi yang lebih tepat dan lebih terhormat.
Pada saat yang sama juga dilakukan penandatanganan proyek revitalisasi Stadion Sriwedari oleh Menpora yang disaksikan Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo atau akrab disapa Rudy.
(mbr/try)











































