"Kita lagi terjemahkan Perda ongkos dereknya dan lagi kita bikin sistem untuk bisa menderek motornya," kata Ahok di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).
Menurut Ahok, alat derek sepeda sedang disiapkan. "Kita mau ciptain alatnya yang kayak buat parkir sepeda. Jadi ban depannya bisa dinaikin. Terus nanti ada 4-5 motor yang disangkutin lalu diderek," ujar Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa lebih untung. Kalau satu motor Rp 500 ribu, sekali tarik 4-5 motor bisa dapat Rp 2 juta-Rp 2,5 juta. Lebih untung tarik motor nanti kita daripada mobil," kata suami Veronika Tan ini.
Ketika ditanya kapan aturan itu diberlakukan, Ahok belum bisa memastikannya. "Ya sekarang masih nakut-nakutin warga. Orang tua itu enggak ada yang mau bunuh anaknya. Pemerintah yang baik itu ya pasti ingin warganya hidup. Tapi kalau terlalu bandel ya harus dijewer juga biar kapok. Jadi ini kita kasih gertakan dulu," kata dia mencontohkan.
(aan/nrl)










































