“Mercedes-Benz ya? bagus dong,” kata Ahok saat ditanya wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).
Menurutnya, mobil buatan Jerman itu tidak terlalu mewah untuk ditunggangi oleh pejabat elite negara. Dia menilai, orang sering salah kaprah karena menganggap Mercy selalu lebih mahal dibandingkan mobil pabrikan Jepang, seperti yang dipakai oleh menteri di era Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang pernah dinobatkan jadi tokoh anti korupsi itu menegaskan tak masalah para menteri dapat mobil mewah yang dibiayai pakai APBN, tapi dengan satu syarat. “Pantas saja, asal kerja dengan benar dan nggak korupsi ya,” ucap Ahok.
Meski mengapresiasi, Ahok berharap mobil mewah yang akan dibeli bukanlah Mercy dengan spesifikasi kelas paling tinggi.
“Yang (wajarnya) E-Class. Gak mungkin S-Class. Presiden kan S-Class, masa mereka S-Class semua. Tapi kalau dia mau yang S juga nggak masalah tapi yang paling agak rendah, yang Rp 1,2 miliar,” ucapnya.
(ros/trq)











































