Aksi digelar di Gedung DPRD Riau Jl Sudirman, Pekanbaru, Selasa (9/9/2014). Mereka membawa sejumlah poster berisi kecaman terhadap dugaan pelecehan yang dilakukan Annas Maamun.
Mahasiswa menilai Bumi Melayu Riau menjunjung tinggi nilai kebudayaan, etika, dan kesopanan. Namun justru dicoreng dengan aksi pelecehan yang dilakukan pucuk pimpinan di Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini mendapat perhatian anggota dewan. Mereka diperkenankan menyampaikan aspirasinya dan diterima di salah satu ruangan komisi.
Mahasiswa menuntut DPRD memanggil Gubernur Riau, menjalankan hak angketnya, mengklarifikasi dugaan pelecehan seksual, dan memakzulkan Gubernur Riau karena tindakannya melanggar peraturan.
(cha/try)











































