Lewat Dubes Palestina, Muhammadiyah Sumbang Rp 2,5 M untuk Korban Gaza

Lewat Dubes Palestina, Muhammadiyah Sumbang Rp 2,5 M untuk Korban Gaza

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2014 14:57 WIB
Lewat Dubes Palestina, Muhammadiyah Sumbang Rp 2,5 M untuk Korban Gaza
Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Bantuan sebesar Rp 2,5 miliar diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada korban Gaza akibat serangan tentara Israel.

‎Bantuan itu diserahkan secara simbolik kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N Mehdawi, di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014). Dalam kesempatan itu, hadir juga para Duta Besar seperti Qatar, Jordania, Iraq, Sudan, dan Libia.

"Untuk kali ini, menggalang dana lewat tiga jalur. Dari cabang-cabang Muhammadiyah, lewat jalur Lazis Muhammadiyah, dan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center. Jumlah totalnya, sebesar Rp 2,5 miliar. Dana ini akan kami kirim langsung ke rekening di kantor Perdana Menteri Palestina. Karena inilah yang kami ketahui sebagai jalan dan jalur yang baik," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Din mengatakan, pemberian bantuan kali ini bukan yang terakhir. Pihaknya akan terus melakukan penggalangan dana. Selain itu, Tim Medis Muhammadiyah juga akan dikirim ke Palestina dalam waktu dekat. ‎"Tim Medis dari MDMC akan berangkat dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Presiden Direktur Lembaga Zakat, Infaq dan Sodaqoh (Laziz) Muhammadiyah, M Khoirul Muttaqin mengatakan, ‎penyumbang tidak hanya dari warga yang beragama islam, warga non muslim juga ikut menyumbang untuk korban kemanusiaan ini.

"Syukur Alhamdulillah, banyak juga non muslim yang nyumbang lewat kita. Karena ini bukan lagi tentang agama, tapi kemanusiaan.‎ Semoga bermanfaat bagi korban dan berkah bagi penyumbang," katanya.

‎Sementara itu, Dubes Palestina untuk Indonesia, Fariz N Mehdawi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan ini. "Kami sangat berterimakasih karena tanpa pemimpin, organisasi, jaringan, semuanya yang menentang ketidak-adilan, kami tidak akan bisa berdiri seperti sekarang," ujar Fariz dalam sambutannya.



(idh/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads