Hendro yang semula tidur-tiduran di warung kopi di Jl Wahid Hasyim, mendadak bangun dan berlari menyambangi bajajnya. Ia panik karena bajaj warna oranye miliknya tersebut menjadi sasaran razia Dishub.
"Tolong Pak jangan diangkut bajajnya, saya belum dapat setoran, saya hanya ngaso aja di sini," kata Hendro sambil memohon-mohon dan menundukkan badan saat terjaring razia di Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendro hanya dapat pasrah. Ia terdiam melihat bajaj yang merupakan satu-satunya sumber penghasilannya itu digemboskan.
Dishub tak menderek bajaj karena keterbatasan mobil derek. Menurut Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jakpus, Harlem Simanjuntak, hanya 3 unit mobil derek yang dimiliki Sudinhub Jakpus. 2 Unit dibawa untuk operasi hari ini, sementara 1 unit disiagakan di kantor Dishub Jakpus.
Razia kemudian dilanjutkan ke area lain. Penyisiran dilakukan di titik-titik yang rawan parkir liar di kawasan Tanah Abang.
(kff/gah)











































