Rasa haru menyelimuti peringatan musibah gempa dan tsunami yang menyebabkan ratusan ribu warga meninggal dunia. Ratusan warga dari Kecamatan Meuraxa terlihat larut dalam doa dan zikir. Mereka tak kuasa membendung air mata saat suara zikir menggema.
Peringatan 10 tahun tsunami berdasarkan tahun hijriah ini digelar di kuburan massal Ulee Lheue, tempat 14.264 orang korban tsunami dikebumikan. Peringatan berlangsung sederhana. Sebuah tenda ukuran besar didirikan di tengah-tengah kuburan. Usai tausiah, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak meninggal waktu tsunami. Saat itu bapak sedang berada di rumah," kata Hasni usai doa bersama, Selasa (9/9/2014).
Hasni berharap, doa dan zikir yang dibacakan ratusan warga tadi diterima oleh Allah Swt. "Semoga doa kami diterima," harapnya.
Sementara itu, Camat Kecamatan Meuraxa, Yusnardi, mengatakan, tsunami yang melanda Aceh Desember 2004 silam jika dilihat dalam kelender Hijriah jatuh pada tanggal 14 Dzulqa’ida 1425 Hijriah. Saban bulan tersebut, warga Kecamatan Meuraxa memperingati detik-detik tsunami.
"Setiap bulan Dzulqa'ida kita memperingati tsunami," katanya.
Meskipun demikian, warga Kecamatan Meuraxa tetap akan memperingati 10 tahun tsunami pada 26 Desember mendatang. "Tanggal 26 Desember nanti puncak peringatannya," ungkap Yusnardi.
Tsunami di Aceh terjadi pada Minggu, 26 Desember 2014. Kejadian itu dipicu gempa berkekuatan 9 SR selama 8 menit, durasi terlama sepanjang sejarah. Lebih dari 100 ribu orang meninggal dan puluhan ribu orang hilang dalam peristiwa tersebut.
(try/try)
