Ini 5 Bos BUMN yang Diusulkan Jadi Calon Menteri

Seleksi Menteri detikcom

Ini 5 Bos BUMN yang Diusulkan Jadi Calon Menteri

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2014 11:20 WIB
Ini 5 Bos BUMN yang Diusulkan Jadi Calon Menteri
Jakarta - Sederet nama pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diusulkan untuk menjadi calon menteri lewat program seleksimenteri.com. Berasal dari kalangan usaha, masing-masing bos BUMN ini memiliki kinerja dan prestasi yang baik di bidang masing-masing.

Tim Pakar dan Kelompok Kerja redaksi detikcom telah menentukan 5 bos BUMN yang dinilai layak untuk menjadi menteri. Mereka dinilai sanggup mengemban tanggung jawab lebih sebagai pembantu presiden.

Siapa sajakah 5 bos BUMN tersebut?

Agus Suherman

Agus Suherman adalah Dirut Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Dipimpin Agus sejak tahun 2013, kinerja keuangan Perum Perindo naik signifikan. Laba bersih per Oktober 2013 sebesar Rp 10,8 miliar, terlihat peningkatan sekitar 300% dari laba bersih Februari 2013 yang hanya sebesar Rp 2,9 miliar.

Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah memuji kinerja Agus lewat tulisannya di 'Manufacturing Hope'. Dahlan bercerita tentang kebangkitan Perindo, termasuk peran Agus di dalamnya.

"Awal tahun 2013 adalah awal pembenahan Perindo. Direksi baru ditetapkan. Dirutnya masih muda: 37 tahun. Dia seorang doktor perikanan dari Undip Semarang. Dia seorang pekerja keras dan mampu bekerja secara tim. Dia juga bukan seorang yang "bossy" sehingga rajin turun ke lapangan," tulis Dahlan pada Senin (11/11/2013) silam.

Agus memang tergolong masih berusia muda, ia lahir pada 1976. Lulus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro pada tahun 1998, Agus kemudian mendapat gelar master dan doktor dari Institut Pertanian Bogor di jurusan Teknik Kelautan.

Pria yang pernah menjadi Komisaris PT ASDP Indonesia Ferry ini diusulkan untuk menjadi calon Menteri Kelautan dan Perikanan. Bersaing dengan Dirjen FAO Indroyono Susilo dan pengusaha Muhamad Najikh, Agus mendapat 34% dukungan.

Emirsyah Satar

Emirsyah Satar adalah Dirut Garuda Indonesia sejak tahun 2005. Di Garuda, gaji Emir turun menjadi Rp 80 juta per bulan. Padahal sebelumnya saat dia menjabat Wakil Direktur Utama Bank Danamon, gajinya mencapai Rp 500 juta per bulan.

Mantan Menteri BUMN Sugiharto yang merekrut Emir untuk menjadi Dirut Garuda menyatakan, Emir merupakan salah satu CEO BUMN terbaik yang direkrut selama Kabinet Indonesia Bersatu.

"Emir adalah salah satu CEO terbaik yang diangkat selama kabinet Indonesia Bersatu," ujar Sugiharto dalam acara peluncuran buku 'Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company' di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Salah satu penghargaan yang pernah diraih Emir adalah Indonesia Most Admired CEO and Companies - 2014. Penilaian atas penghargaan ini dilakukan dengan riset kuantitatif oleh majalah Warta Ekonomi. Emirsyah telah menyabet gelar ini selama enam kali berturut-turut atas kiprahnya sebagai CEO PT Garuda Indonesia

Di program seleksimenteri.com, Emirsyah diusulkan sebagai Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Menteri BUMN.

Ignasius Jonan

Dirut PT KAI Ignasius Jonan termasuk salah satu calon menteri yang dijagokan di program seleksimenteri.com. Kinerjanya dalam memimpin PT KAI sudah diakui lewat sejumlah penghargaan.

Jonan pernah mendapat The Best CEO BUMN - 2014 dari Bisnis Indonesia Award, Marketeers of The Year - 2013 dari MarkPlus Inc, serta Best of the Best CEO BUMN - 2013 dari majalah BUMN Track. Sebelum masuk ke dunia perkeretaapian pada tahun 2009, Jonan lebih dahulu berkiprah di bidang perbankan.

Dalam delapan bulan di tahun ini, atau hingga Agustus 2014, laba yang diraup PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencapai Rp 400 miliar. Target laba tahun ini adalah Rp 750 miliar.

Jokowi sendiri mengaku cocok dengan cara kerja Jonan. Tangan dinginnya dinilai mampu mempercantik sejumlah stasiun kereta di Jakarta.

"Cocok kok (kerja) sama Pak Jonan," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2014).

Jonan saat itu bertemu Jokowi untuk membicarakan pembangunan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Ketika ditanya tentang kesediaannya untuk jadi menteri di era Jokowi, pria berusia 51 tahun itu tidak menolak tetapi juga tidak mengiyakan.

"Anda ini bukan presiden. Nanti kalau yang tanya presiden baru saya jawab," ujar Jonan.

Di program seleksimenteri.com, Jonan diusulkan untuk menjadi Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Menteri BUMN.

Karen Agustiawan

Dirut Pertamina Karen Agustiawan lahir pada 19 Oktober 1958. Sebelum menjadi Bos Pertamina, alumnus Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung itu menjabat sebagai Business Development Manager di Landmark Concurrent Solusi pada tahun 1998. Dalam periode 2002 sampai 2006, dia menjadi Commercial Manager for Consulting and Project Management Halliburton Indonesia.

Selama menjadi Dirut Pertamina, tahun 2011 Karen dinobatkan sebagai 1 dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi Majalah Forbes. Dia juga menyabet Green CEO, Social Business Innovation & Green CEO Awards pada 2013. Di tahun yang sama, Karen memperoleh Penghargaan Sarwono Prawirohardjo dari LIPI, dan masuk di posisi ke-6 dalam jajaran 50 Most Powerful Women in Business, versi majalah Fortune Global.

Agustus lalu Karen mengajukan pengunduran diri ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Menurut Dahlan salah satu alasan Karen ingin mundur karena ingin mengajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Karen akan resmi mundur pada 1 Oktober 2014 mendatang.

Karen diusulkan untuk menjadi Menteri ESDM di program seleksimenteri.com. Selain itu, ia juga dijagokan untuk menjadi Menteri BUMN.

Sofyan Basyir

Dirut BRI Sofyan Basyir dijagokan untuk menjadi Menteri Koperasi dan UKM. Pria berusia 56 tahun ini memiliki karier yang panjang di dunia perbankan.

Sofyan memulai kariernya sebagai pimpinan cabang Bank Bukopin sehingga kemudian berhasil menjadi Presdir Bank Bukopin. Pada tahun 2005, Sofyan kemudian diberi kepercayaan sebagai Presdir BRI.

Penghargaan yang pernah diperolehnya antara lain Marketer of The Year pada tahun 2008, Top National Banker versi Majalah Investor pada 2011, serta Bintang Mahaputera Utama di 2014. Di bawah kepemimpinan Sofyan, BRI juga menjadi satu-satunya bank di Indonesia dan dunia yang memiliki satelit.

"Ini tonggak sejarah yang penting karena BRI adalah pertama di dunia yang punya satelit sendiri. Yang hampir pasti berguna untuk bisnisnya," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara penandatanganan kontrak antara BRI, dengan Space Systems Loral, LLC dan Arianespace, di Gedung BRI, Senin (28/4/2014).
Halaman 2 dari 6
(imk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads