Perombakan Besar Pejabat Pemprov DKI Mundur Jadi Desember

Hari ke-695 Jokowi-Ahok

Perombakan Besar Pejabat Pemprov DKI Mundur Jadi Desember

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2014 10:35 WIB
Perombakan Besar Pejabat Pemprov DKI Mundur Jadi Desember
Jakarta - Rencana perombakan massal pejabat PNS DKI akan diundur hingga Desember mendatang. Sedianya, pelantikan itu akan dilakukan oleh Gubernur Joko Widodo pada bulan ini, sebagai kenang-kenangkan sebelum dia dilantik menjadi Presiden RI 2014-2019.

“Iya (mundur jadi Desember),” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).

Orang nomor dua di DKI itu beralasan, pihaknya ingin menyaring para PNS yang akan menduduki jabatan tertentu. Menurutnya, banyak pegawai yang punya potensi bagus, namun dia harus mencari yang dianggap paling baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita mau tes, tadinya mau eselon II saja (yang dites). Tapi kita lebih baik eselon III dan IV juga dites. Saya mau kasih kesempatan. Kamu bayangin posisi eselon hanya 5.000-6.000, sementara PNS kita ada 72.000. Berarti banyak staf berpotensi untuk jadi pejabat eselon tidak dapat posisi, nah saya mau ‘ngadu’ mereka,” jelas Ahok.

Terpisah, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, menyatakan pelantikan mungkin baru bisa dilakukan pada 24 Desember mendatang. Dia menjelaskan alasan ditundanya rencana itu sebab hingga kini Pergub turunan dari Perda Organisasi Perangkat Daerah masih belum dibuat.

Saefullah menargetkan proses verbal Pergub Organisasi Perangkat Daerah bisa rampung akhir bulan ini. Sebagai informasi, ada sekitar 2000-an PNS DKI yang akan dirombak sekaligus. Rencananya, pelantikan massal akan dilakukan bersamaan dengan peresmian Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP).

“Nanti dalam perombakan PNS tidak hanya dimutasi, tapi ada juga yang distafkan, ada juga staf yang dipromosikan ke eselon tertentu. Karena itu perlu ada tes assesmen dulu karena ada akan ada banyak pejabat fungsional yang dipindah ke struktural, begitu pula sebaliknya,” kata Saefullah di Balai Kota.

(ros/fjp)


Berita Terkait