"Kalau secara pribadi, enak dipilih masyarakat," kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (8/9/2014).
Dengan pemilihan langsung, kata Risma, dirinya akan mendapatkan masukan secara detail dari masyarakat. Dia juga bisa berjanji dan mewujudkan janji itu secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya efisiensi anggaran jika kepala daerah dipilih DPRD? "Ya sebetulnya mahal atau tidak tergantung kita melihatnya. Kalau dilihat dari uang iya, tapi kalau dilihat dari kepemimpinan masyarakat saya kira tidak," jawab Risma.
Risma mengatakan jabatan yang diembannya merupakan pemberian Tuhan. Selama ini, ia tidak meminta jabatan tapi dipilih dan dicalonkan PDIP.
"Saya tidak pernah meminta itu, karena jabatan tidak boleh diminta. Tuhan pasti ngatur itu. Dulu juga tidak kenal partai, kemudian diberikan amanah dari PDIP," ujarnya.
Saat dicalonkan PDIP pada Pilkada 2010 silam, Risma mengaku langsung menelepon para ustaz dan guru ngajinya. Ia minta didoakan tidak jadi wali kota. Alasannya, jabatan yang dilaksanakannya sangat berat.
"Sing pertama wingi, aku malah dungo supoyo gak dadi soale ra wani. Saya telepon ustaz, guru ngaji supoyo aku gak dadi. Dipikir gampang opo jabatan iki," ujarnya dengan nada Suroboyoan.
(ze/try)











































