Seorang chef kehilangan mobil BMW X6 di parkiran Cilandak Town Square pada pekan lalu. Beberapa hari berselang, pencurian sepeda motor dan mobil juga terjadi di kawasan Cipete Selatan dan Pondok Labu.β
Lalu, bagaimana tindakan preventif yang dilakukan oleh polisi supaya hal seperti ini tak kembali terjadi? Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Hari Subeno kepada wartawan mengatakan, untuk kawasan Jagakarsa sendiri, polisi telah menempatkan anggota di beberapa titik yang memang dianggap rawan. Anggota tersebut melakukan patroli secara rutin setiap malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan lainnya adalah jika aksi curanmor terjadi di perbatasan polsek, atau disebut wilayah abu-abu. Jika terjadi di wilayah itu, petugas kepolisian harus berkoordinasi terlebih dahulu untuk menentukan aksi kriminal terjadi di wilayah mana.
"Kebanyakan kejadian terjadi di wilayah abu-abu ini. Tapi penjagaan petugas kami seperti patroli, binmas, reskrim dan lainnya akan terus ditempatkan, khususnya di kawasan abu-abu tadi," ungkap Hari.
Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Cilandak, Kompol Sungkono juga memberikan pandangan yang sama mengenai tindakan preventif yang dilakukan petugas kepolisian. Selain patroli, beberapa petugas juga ditempatkan di beberapa titik yang memang dianggap rawan.
"Selain patroli, anggota kita juga ditempatkan di beberapa lokasi yang memang sering ada peristiwa pencurian ya. Hal ini sudah kami lakukan sejak lama. Namun karena saat ini modus pencurian semakin beragam, maka ini tantangan bagi kami untuk bekerja lebih maksimal lagi," kata Sungkono.
Mengenai modus pencurian yang semakin lama semakin bervariasi, baik Hari maupun Sungkono memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. "Jangan melewati kawasan yang sepi, khususnya Ketika berkendara pada tengah malam. Karena biasanya di lokasi seperti itulah pelaku beraksi, baik individu, maupun berkelompok," jelas Heru.
Sementara Sungkono, yang belakangan kerap menangani kasus pencurian dengan modus penawaran makanan dan minuman yang membuat korban tak sadarkan diri, mengimbau masyarakat untuk tak mudah percaya kepada orang asing yang secara tiba-tba berniat baik.
"Untuk modus pencuri yang memakai minuman atau makanan bahkan gendam atau hipnotis, diingatkan sekali kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang asing. Siapapun itu, yang tiba-tiba menawarkan sesuatu, jangan langsung diterima, karena modus seperti itu saat ini semakin banyak," pungkas Sungkono.
(rni/vid)











































