Terdapat 181 bangkai gerbong KRL Ekonomi yang sudah tak terpakai lagi di Stasiun Purwakarta, Jawa Barat. Gerbong lawas ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi karena sudah tua sehingga suku cadangnya sudah tidak ada.
Beberapa pembaca detikcom di kolom komentar berbagi ide tentang pemanfaatan gerbong-gerbong bekas itu. Menurut mereka, gerbong itu bisa disulap menjadi kafe atau restoran bertema kereta. Pembaca lain berpendapat gerbong-gerbong ini bisa digunakan sebagai ruangan kelas untuk sekolah, ada juga yang mengusulkan agar kereta ini dilebur sebagai besi tua.
Kepala Humas Daop I PT KAI Agus Komarudin menyatakan kereta-kereta bekas ini bisa dijual melalui sistem lelang. Namun sebelum lelang PT KAI harus memisahkan dulu mana kereta milik pemerintah
dan mana yang milik KAI. Hal ini perlu dilakukan karena pada masa lalu KRL ekonomi dioperasikan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya berapa harga per gerbong akan dilepas PT KAI, Agus belum bisa menjawabnya. "Nanti soal harga dan spesifikasi juga nanti diatur pusat," katanya.
Ratusan KRL ekonomi di Stasiun Purwakarta ini ditumpuk di depan Stasiun Purwakarta. Tumpukan paling tinggi terdiri dari 14 gerbong. Gerbong-gerbong ini ditumpuk menjadi tiga lapis membentuk bangunan seperti piramida.
Selain itu juga ada yang ditumpuk memanjang. Jumlah gerbong yang ditumpuk memanjang sebanyak dua lapis ini ada sekitar 24 kereta. Kereta-kereta ini ditumpuk memanjang di sekitar Stasiun Purwakarta. Pada bagian bawah kereta itu terdapat bekas-bekas besi dan juga kayu dari kereta tersebut. Bagian atap kereta ini sudah ada yang mulai berkarat dan juga terkelupas catnya.
(nal/nrl)











































