Bisnis Striptease Sava'j Club Diduga Dibekingi Polisi dan TNI

Bisnis Striptease Sava'j Club Diduga Dibekingi Polisi dan TNI

- detikNews
Kamis, 06 Jan 2005 15:33 WIB
Semarang - Sava'j Club Semarang yang menggelar striptease pada malam tahun baru diduga dibekingi oknum polisi dan TNI. Mereka juga sekaligus menjadi pelanggannya.Dugaan ini disampaikan pegawai Matahari Plasa Simpang Lima MS Prahoro. "Dari perawakan dan penampilannya kan kelihatan. Ya seperti polisi atau tentara. Tapi saya nggak tahu persisnya," kata Prahoro menduga saat ditemui di kantornya, Kamis (6/1/2004).Pegawai bagian personalia ini menduga orang-orang yang berpakaian preman itu adalah aparat yang ada di belakang usaha hiburan tersebut. Jumlah mereka puluhan dan hampir setiap hari datang. Tapi setelah kasus tarian telanjangnya terungkap polisi, para pria berbadan tegap itu tidak terlihat lagi. Satuan Pengaman Matahari Plasa Simpang Lima tak banyak komentar soal itu. "Wah, saya tidak tahu. Soalnya, Sava'j punya pengamanan sendiri. Kami hanya menjaga luar ruangan dan parkir saja," kata Sarjono ketika ditemui di Pos Keamanan Matahari Plasa Simpang Lima.Ketika ditanya mengenai penutupan Sava'j, Sarjono mengatakan, usai menggelar striptease, Sava'j langsung ditutup. "Kalau tidak salah, Sava'j ditutup tanggal 1 Januari lalu. Kami tidak tahu apa-apa soal Sava'j," katanya menutup diri.Kapan Striptease Dimulai?Tak ada yang tahu pasti kapan striptease mulai dipertontonkan di Sava'j Cafe atau di tempat di Semarang. Pasalnya, kasus striptease baru terungkap kali pertamanya pada malam tahun baru lalu.Meski banyak tahu mengenai keseharian Sava'j Club, Prahoro mengaku tidak tahu banyak soal 'isi'-nya. "Saya cuma tahu kalo tepat itu sering nyetel musik dengan kencang. Orang-orang yang datang rata-rata masih muda dan bermobil," terangnya.Direktur Sava'j Club Steve Untung dan Public Relation Deni Hotman tak bisa dihubungi. Meski terdengar nada sambung, kedua orang ini tak mengangkat telepon genggamnya setiap kali detikcom berusaha mengkonfirmasi.Ketika diperiksa Polwiltabes Semarang, Senin (3/1/2205), Steve Untung beralibi dengan mengaku tidak berada di tempat saat acara berlangsung. Seluruh acara yang bertajuk "Surprise!!! Party Countdown to 2005' itu ditangani bawahannya.Pertunjukan malam itu heboh menyusul tampilnya lima penari wanita dari V Dancer, Bandung yang menari di atas panggung dengan tubuh setengah bugil. Separuh badan mereka dari pinggang ke atas tidak ditutupi sehelai benang pun. Ck..ck! (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads