Bertemu Dubes Arab Saudi, Cak Imin Pertanyakan Isu Pemindahan Makam Nabi

Bertemu Dubes Arab Saudi, Cak Imin Pertanyakan Isu Pemindahan Makam Nabi

- detikNews
Senin, 08 Sep 2014 11:12 WIB
Jakarta - Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar adakan pertemuan tertutup dengan Duta Besar Arab Saudi Mustafha Ibrahim Al-Mubarak di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakpus. Pertemuan tersebut guna membahas terkait isu pemindahan makam Nabi Muhammad.

"Kita telah berdiskusi tentang perkembangan hubungan Islam antara Indonesia dan Arab Saudi, berdiskusi tentang isu pemindahan makam Nabi Muhammad SAW," kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Jakpus, Senin (8/9/2014).

Lelaki yang akrab disapa Cak Imin menjelaskan dalam diskusi tersebut, duta besar Arab Saudi meyakinkan bahwa isu pemindahan makam Nabi Muhammad SAW tidak benar. "isu itu tidak benar sama sekali, dan isu tersebut dilansir justru dari media dari inggris," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pertemuan dengan duta besar Arab Saudi sangatlah penting. Hal itu guna menjaga hubungan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi.

"Pertemuan ini penting untuk menjelaskan kepada seluruh umat di Indonesia. Pertama isu tidak benar dan kedua tabayyun antara kami dengan Pemerintah Saudi Arabia adalah cara tepat dan hebat, agar semua umat islam di indo dan arab bisa membangun kepercayaan," jelasnya.

"Jadi itulah perlu diklarifikasi tidak benar pemindahan makam nabi, pertemuan ini untuk membangun saling percaya antara masyarakat Indonesia dan Arab Saudi," tutupnya.

Dilain pihak Duta Besar Mustafha Ibrahim Al-Mubarak menegaskan isu tersebut tidak benar. "Sebagaimana diberitakan koran Independen, bahwa berita itu tidak benar, tidak berasaskan kebenaran apapun," kata Mustafha Ibrahim Al-Mubarak di kantor DPP PKB, jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi dan Raja Abdullah Bin Abdul Aziz yang memiliki kehormatan dan pelayanan terhadap kedua kota suci. Sehingga Pemerintah Arab Saudi tidak memiliki pemikiran untuk memindahkan makam Nabi Muhammad SAW.

"Jangankan memindahkan, menyentuh saja akan kita lakukan tindakan apapun untuk menjaganya," tegasnya.

"Kita gugurkan berita itu karena tidak benar, harusnya berita konfirmasi pada pihak kami," sambungnya.

(tfn/spt)


Berita Terkait