AKBP Idha bersama istrinya, Titi Yusfianti, mengontrak rumah di Jl. Lubuk Kasih RT 01/05, Perumahan Jatiwaringin Asri 2, Bekasi, seharga Rp 60 juta untuk 2 tahun. Rumah tersebut hanya dijadikan jika Idha dan Titi sedang berada di Jakarta. Anak perempuan Idha dan Titi yang kuliah di Bandung pun beberapa kali pernah datang ke rumah itu.
"Ada anaknya yang perempuan yang di Bandung suka datang juga. Kalau bisa buruan digeledah deh, kalau perlu sampai platfon-platfon dan atap. Biar cepat aman, saya jadi tenang," ujar Ros (72)kepada detikcom di rumahnya yang berada di sebalah kontrakan AKBP Idha, Minggu (7/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak tahu apa-apa. Saya sudah minta bantuan Pak RW dan Pak RT. Soalnya di dalam rumah itu banyak perabotan saya. Kursi-kursi, lemari dari Jati. Takutnya nanti ikutan dibawa, tapi saya sudah laporin ke Pak RW," kata Ros.
"Kemarin pernah ada pegawai istrinya datang minta kunci ke saya katanya mau ambil barang, tapi saya suruh ke Pak RW aja. Saya nggak tahu urusannya. Rumahnya kan digembok, mobilnya juga dikempesin," sambungnya.
Rumah kontrakan AKBP Idha sendiri saat ini tak berpenghuni. Pagar rumah 2 tingkat itu pun telah disegel dengan cara digembok oleh pihak RW. Ban belakang mobil Ford putih yang terparkir di teras rumah dengan nomor polisi B 1316 SRC juga telah digembosi.
Sementara itu pejabat Mabes Polri yang coba dihubungi detikcom untuk mengkonfirmasi mengapa rumah kontrakan tersebut belum digeledah, belum ada yang menjawab panggilan telepon.
(ear/nrl)










































