"Mereka melakukan pencurian di bus malam itu sudah lima tahun dan sudah beraksi selama lebih dari 20 kali," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (7/9/2014).
Heru mengatakan, selama 5 tahun malang melintang di dunia gelap, para pelaku belum pernah tertangkap. Sebab, para korban sendiri tidak tahu persis di mana ia menjadi korban pencurian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasaran para pelaku adalah penumpang bus AKAP malam seperti ke Jawa dan Merak, Banten. Dan mereka melakukan aksinya ketika penumpang tengah terlelap tidur.
Lalu bagaimana modus para pelaku ini? Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Arsya Kadafi mengungkapkan, para pelaku menumpang bus pada malam hari.
"Mereka memilih bus yang ada bagasi atau tempat menaruh barang bawaan penumpang yang terletak di atas kursi penumpang," ujar Arsya.
Kemudian, setelah berada di dalam bus para pelaku mengamati penumpang dan bawaannya. Setelah mendapat sasaran, para pelaku kemudian melancarkan aksinya.
"Sebelum beraksi, para pelaku menunggu korbannya tidur terlebih dahulu," imbuhnya.
Selanjutnya, setelah korban tertidur, para pelaku kemudian mengambil tas korban dan langsung membawanya ke tempat duduknya. Pelaku kemudian segera membuka tas tersebut dan mengambil barang berharga milik korban. Dan selanjutnya mengembalikan tas koirban ke tempat semula.
"Pelaku kemudian mengisi tas korban dengan barabg-barang lainnya seperti buku. Itu dilakukan agar korban merasakan barang-barangnya masih ada. Korban baru ngeh barangnya ada yang hilang setelah membukanya di luar bus," jelasnya.
Setelah berhasil mengambil barang-barang milik korban, para pelaku kemudian segera turun dari atas bus. Selanjutnya mereka naik ke mobil yang disewa pelaku lainnya, yang membuntuti bus tersebut.
Ada tiga pelaku yang ditangkap melakukan pencurian dengan modus tersebut, yakni S, CC dan SS.
(mei/nal)











































