"Para pembimbing ibadah akan ditempatkan di empat titik yakni, Mas'a (tempat Sa'i), Safa, Marwah dan sekitar tempat thowaf," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Keamanan Daker Makkah Jaetul Muchlis pada Media Center Haji, Minggu (7/9/2014).
20 pembimbing ibadah akan bertugas dalam beberapa shif. "'Hal ini baru pertama kali dilakukan yang merupakan sinergitas antara bagian pembimbing ibadah dan keamanan,'' kata dia. β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram, Letkol. TNI Moh. Hassan menuturkan pelaku kejahatan itu justru orang Indonesia sendiri. Bahasa yang mereka gunakan sama dengan para jamaah haji dan sikapnya ramah.
"Dengan pura-pura ingin membantu membawakan tas, sehingga para jamaah merasa satu kampung dan tidak curiga," bebernya.
Karena itu, saran Hassan, para jamaah jangan mudah percaya dengan orang yang dikenalnya. "Kalau jamaah haji masuk ke Masjidil Haram, ingat nama pintu masuknya, jangan sampai terpisah dengan rombongannya, bila ada orang yang mengaku sebagai petugas kenali atributnya yang benar. Misalnya membawa ID card atau tidak," pungkasnya.
(van/jor)











































