Fatwa Minta SBY Tak Restui Menteri Jadi Calon Ketum Parpol
Kamis, 06 Jan 2005 14:44 WIB
Jakarta - Ketua DPP PAN AM Fatwa meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak memberikan restu kepada anggota kabinetnya untuk maju sebagai calonan ketua umum partai. Ini terkait adanya pemberitaan Mendagri M. Ma'ruf mendapat restu dari SBY untuk menjadi calon Ketua umum Partai Demokrat."Disebut dalam surat kabar Mendagri M. Ma'ruf mendapat restu dari SBY sebagai calon Ketua umum Partai Demokrat. Itu amat sangat tidak sehat," kata Fatwa saat ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2004).Fatwa menduga, pemberian restu ini mungkin dipicu oleh terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketua umum Partai Golkar. "Hal itu akan membawa perubahan peta politik yang luar biasa. Mempunyai dampak negatif secara psikologis terhadap kehormatan lembaga-lembaga," ujar.Apalagi, lanjut Fatwa, Ketua DPR Agung Laksono juga sebagai Wakil Ketua umum Golkar, sementara ketua umum dijabat Wapres Jusuf Kalla. "Ini punya dampak secara psikologis politis terhadap lembaga DPR dimana lembaga DPR sejajar dengan lembaga kepresidenan," ujarnya.Ketika ditanya apakah indikasi intervensi pemerintah terhadap kongres PAN pada 8 Februari mendatang, Fatwa menyatakan ada indikasi seperti itu walau belum terlalu kencang. "Belum terlalu kencang. Tapi sudah ada suara."Dilanjutkan Fatwa, ia sudah menghubungi Wapres Jusuf Kalla dan Seskab Sudi Silalahi agar tidak mengintervensi PAN. "Kepada PAN jangan coba-coba mempengaruhi konggres. Karena saya termasuk tim kampanye SBY-JK pada pilpres. Jadi saya merasa punya moril untuk menyatakan hal tersebut. Dan mereka kelihatannya memperhatikan," katanya.Namun, ketika ditanya apakah Menhub Hatta Rajasa mendapat restu SBY untuk maju sebagai calon Ketua umum PAN, Fatwa enggan berkomentar lebih jauh. "Saya tidak akan menyebutkan nama," jawabnya pendek.
(gtp/)










































