Masyarakat Diminta Waspadai Posko "Siluman" GAM
Kamis, 06 Jan 2005 13:47 WIB
Jakarta - GAM diduga masih gentayangan melakukan pencegatan dan perampasan pasca tsunami. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan diminta mewaspadai posko-posko pengungsi bentukan GAM."Kami sudah dapat laporan dari masyarakat, ada beberapa tempat di mana ada orang yang melakukan pencegatan dan perampasan. Orang itu diidentifikasi sebagai GAM," kata Kadispenum TNI Kolonel Yani Basuki dalam teleconference di Mabes TNI Cilangkap, Kamis (6/1/2005)."Untuk ini, masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan mewaspadai posko pengungsi yang berada di jalan yang ditunjuk oleh tanda panah untuk masuk ke dalam sejauh 500 sampai 1.000 meter atau lebih. Itu tidak benar karena jika yang lewat ke situ bantuan makanan mereka ada orangnya. Tetapi kalau ada petugas kepolisian atau TNI, posko pengungsi itu tidak ada," papar dia.Di beberapa tempat pengungsi, lanjut Yani, ada orang yang mengaku sebagai TNI yang mengutip para pengungsi. "Orang itu sudah ditangkap dan kami terus mewaspadai agar hal itu tidak berkembang," ujarnya.Hal senada disampaikan Ketua Tim Informasi Mabes TNI Kolonel DJ Nachrowi. Dijelaskan dia, pada 1 Januari di Desa Julok, Aceh Timur ada konvoi bantuan kemanusiaan yang diganggu GAM. Terjadi kontak tembak antara TNI dan GAM karena memang setiap konvoi bantuan kemanusiaan selalu dikawal brimob dan TNI.Kejadian serupa menimpa Desa Malahayati, Aceh Besar dimana petugas tenaga kesehatan yang sedang bertugas didatangi dua orang yang meminta mereka datang ke tempat pengungsiannya. "Tetapi di tengah jalan, pihak Brimob yang mengawal tenaga kesehatan itu curiga karena tempat yang disuruh saat pertama tidak sesuai dengan laju kendaraan saat itu. Kemudian terjadi kontak tembak TNI dengan GAM," ungkap Nachrowi.Data KorbanTNI sudah melakukan evakuasi sebanyak 2045 jenazah. Jenazah yang ditemukan relawan dan TNI sebanyak 325 orang. Sementara yang telah dimakamkan sebanyak 5.536 jenazah.Laporan dari Meulaboh menunjukkan jumlah korban tewas mencapai 12.851 orang, korban hilang 7.826 orang, TNI yang tewas 26 orang, TNI yang hilang 154 orang, keluarga TNI yang tewas 7 orang, keluarga TNI yang hilang 324 orang. Jumlah pengungsi 84.287 orang dan jumlah jenazah yang dikubur secara massal 7.351 orang.
(aan/)











































