Minta Tes Ulang Darah di Baju Adiguna, Pengacara Rudy ke Polda
Kamis, 06 Jan 2005 13:25 WIB
Jakarta - Dua pengacara keluarga Yohannes B. Haeurudy Natong alias Rudy mendatangi Mapolda Metro Jaya. Mereka akan meminta polisi untuk mengetes ulang bercak darah di baju Adiguna Sutowo. Dua pengacara keluarga Rudy yang datang ke Mapolda, Jl. Sudirman, Jakarta adalah Pieter Paskalis dan Ardy Mbalembout. Mereka datang ke Mapolda secara terpisah. Pieter datang sekitar pukul 12.00 WIB, dan Ardy datang setengah jam kemudian.Keduanya masuk ke ruang Reskrim Mapolda Metro Jaya bertemu dengan pejabat Polda. Sampai pukul 13.14 WIB, pengacara keluarga korban penembakan oleh Adiguna Sutowo ini masih berada di ruangan tersebut. Sebelumnya, kepada detikcom, Ardy menyatakan, pihaknya akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk meminta polisi mengecek ulang bercak darah di baju Adiguna atau meminta pengecekan labotorium tim independen sebagai upaya second opinion. Ardy kurang yakin dengan hasil tes labfor Polri yang menyimpulkan bahwa bercak darah di baju Adiguna, handuk, dan tisu merupakan darah Adiguna sendiri, bukan darah Rudy. Dia menilai dengan hasil tes ini, polisi tampaknya berupaya mengalihkan kepada tersangka lain. Sabtu (1/1/2005) dini hari lalu, merupakan nasib nahas Rudy. Pelayan bar Fluid Club itu tewas ditembak oleh Adiguna Sutowo di dalam bar itu. Peluru kaliber 22 dari pistol Adiguna menembus dahi dan dagu pria yang juga mahasiswa tingkat akhir Universitas Bung Karno itu. Banyak saksi yang melihat bahwa anak bungsa (alm) Ibnu Sutowo itulah pelaku penembakan. Namun, saat diperiksa polisi, Adiguna menyangkal melakukan penembakan itu. Meski begitu, polisi tetap menjadikan tersangka Adiguna, karena banyak saksi yang melihat dengan mata telanjang. Polisi masih mencari pistol yang digunakan Adiguna.
(asy/)











































