"Itu proses kita serahkan ke polisi untuk diinterogasi," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya saat dihubungi detikcom, Jumat (5/9/2014).
Kata Fuad, TNI juga ikut menginterogasi Imam. Selain menanyakan siapa sang pemesan ribuan bendera GAM itu, TNI juga mendalami apakah Imam terlibat gerakan separatis tersebut.
"Kalau di Aceh (pembuatan bendera GAM) kan nggak terlalu aneh. Ini kok di Pekalongan? Kami akan dalami apakah dia (Imam) dipengaruhi, ikut terlibat, ataukah murni bisnis," imbuh Fuad.
Dijelaskan Fuad, TNI menyikapi serius dan ikut memburu sang pemesan bendera GAM yang disebut berada di Jakarta. Hal ini menyangkut keamanan negara.
"Kita ikuti terus, kita mengikuti, melakukan penyelidikan. Kita akan cari siapa pemesannya," ujar Fuad.
Aparat menemukan bendera di rumah Imam, Desa Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Kemudian penelusuran dilakukan ke tempat usaha Imam di Jalan Jlamprang, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Dari 2 tempat tersebut, aparat menemukan 1.310 bendera.
Imam mengaku mendapat pesanan 5 ribu bendera GAM dari temannya di Jakarta. Ia baru menerima DP sebesar Rp 7 juta, separuh dari nilai orderan. Bendera akan dikirim bertahap. Sejauh ini, baru 50 bendera yang sudah dikirimkan.
(bar/kha)











































