TNI Dalami Keterlibatan Imam dengan GAM dan Ikut Buru Sang Pemesan

TNI Dalami Keterlibatan Imam dengan GAM dan Ikut Buru Sang Pemesan

- detikNews
Jumat, 05 Sep 2014 21:23 WIB
TNI Dalami Keterlibatan Imam dengan GAM dan Ikut Buru Sang Pemesan
Jakarta - Pengusaha konveksi Imam (49) ditangkap aparat Kodim 0710 Pekalongan, Jawa Tengah, karena memproduksi ribuan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dalam pengakuannya, ribuan bendera itu dipesan seseorang di Jakarta. TNI pun kini memburu orang yang dimaksud.

"Itu proses kita serahkan ke polisi untuk diinterogasi," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya saat dihubungi detikcom, Jumat (5/9/2014).

Kata Fuad, TNI juga ikut menginterogasi Imam. Selain menanyakan siapa sang pemesan ribuan bendera GAM itu, TNI juga mendalami apakah Imam terlibat gerakan separatis tersebut.

"Kalau di Aceh (pembuatan bendera GAM) kan nggak terlalu aneh. Ini kok di Pekalongan? Kami akan dalami apakah dia (Imam) dipengaruhi, ikut terlibat, ataukah murni bisnis," imbuh Fuad.

Dijelaskan Fuad, TNI menyikapi serius dan ikut memburu sang pemesan bendera GAM yang disebut berada di Jakarta. Hal ini menyangkut keamanan negara.

"Kita ikuti terus, kita mengikuti, melakukan penyelidikan. Kita akan cari siapa pemesannya," ujar Fuad.

Aparat menemukan bendera di rumah Imam, Desa Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Kemudian penelusuran dilakukan ke tempat usaha Imam di Jalan Jlamprang, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Dari 2 tempat tersebut, aparat menemukan 1.310 bendera.

Imam mengaku mendapat pesanan 5 ribu bendera GAM dari temannya di Jakarta. Ia baru menerima DP sebesar Rp 7 juta, separuh dari nilai orderan. Bendera akan dikirim bertahap. Sejauh ini, baru 50 bendera yang sudah dikirimkan.

(bar/kha)


Berita Terkait