PBB Warning GAM Stop Konflik untuk Permudah Operasi Bantuan
Kamis, 06 Jan 2005 12:26 WIB
Jakarta - Untuk mempermudah operasi bantuan kemanusiaan di wilayah bencana tsunami, PBB memperingatkan gerakan separatis di Aceh, Sri Lanka, dan Somalia agar menghentikan konflik dan tidak menciptakan konflik baru."Kami minta kelompok-kelompok yang bertikai di Aceh, Sri Lanka, dan Somalia untuk menghentikan dulu permusuhan dalam jangka waktu yang panjang, supaya operasi bantuan kemanusiaan bisa berjalan."Demikian disampaikan Kepala Kemanusiaan PBB Jan Egeland di Kantor Pusat PBB, New York, AS seperti dilaporkan Xinhua, Kamis (6/1/2005).Dia meminta agar Indonesia dan negara-negara lain yang terkena tsunami untuk membuka akses seluas mungkin bagi para pekerja kemanusiaan. Khususnya kepada Indonesia yang sempat tertutup bagi warga asing untuk masuk wilayah itu karena keberadaan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum tsunami terjadi.Dengan tidak memiliki akses ke beberapa wilayah yang dinyatakan tertutup sebelum tsunami, dinilainya telah menghambat kemampuan para relawan untuk bisa hadir di wilayah-wilayah tersebut."Kami minta kelompok-kelompok yang bertikai untuk menghentikan konflik. Mari bekerja sama dengan kami untuk menolong wargamu sendiri. Kalau sampai terjadi konflik baru, kami tidak bisa menolong," tukas Egeland.Dia berharap agar solidaritas dan belas kasihan yang ditunjukkan dunia kepada para korban tsunami dapat membawa kedamaian di Aceh, Sri Lanka dengan gerakan separatis Macan Tamil, dan Somalia.Gempa dan tsunami berkekuatan 9,0 skala magnitudo yang terjadi pada 26 Desember 2004 itu menimpa 12 negara, yakni India, Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Maladewa, Somalia, Tanzania, Seychelles, Myanmar, Bangladesh, dan Kenya.Sekitar 150 ribu orang tewas akibat bencana alam tersebut. Sekjen PBB Kofi Annan dan beberapa pemimpin negara dari Asia dan negara donor mengikuti KTT Tsunami di Jakarta yang dibuka hari ini untuk membahas penanggulangan bencana tsunami.
(sss/)











































