Dipo menyebut, belakangan ada oknum Tim Transisi yang datang ke kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa koordinasi. Deputi Tim Transisi Akbar Faisal pun menjawab.
"Nggak ada. Kalau mekanismenya di sini tidak ada yang bergerak sendiri-sendiri. Kalau rumah transisi yang ini ya. Entah kalau ada yang menamakan dirinya rumah transisi yang lain," kata Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mungkin saja (oknum Tim Transisi gadungan-red). Ada beberapa informasi yang masuk sih iya (ada gadungan)," imbuh Akbar.
"Kalau di sini jelas, ada mekanisme bergerak. Itu pun kami lakukan setelah pak SBY di Bali membuka pintu itu, meminta kita berkomunikasi dengan 3 menteri. Pak Djoko Suyanto, Chairul Tanjung, dan Sudi Silalahi," sambung Akbar.
Dijelaskan Akbar, dirinya tidak tahu siapa orang Tim Transisi yang dituding Dipo bergerak sendiri ke kementerian dan BUMN. Pihaknya juga tidak menyelidiki kasus itu.
"Tidak tahu. Kami tidak punya waktu untuk itu (menyelidiki) ya. Kami hanya bisa mengatakan kepada pemerintah, jangan dilayani kalau memang tidak mau dilayani. Kalau kantor transisi jelas, Jalan Situbondo nomor 10, dan saya yakin juga pemerintah tau soal itu," tegas Akbar.
(bar/mad)










































