Penerbangan ke Medan Padat, Pesawat Antre Mendarat
Kamis, 06 Jan 2005 10:58 WIB
Medan -
Sepuluh hari pasca bencana gempa di Aceh dan Sumatera Utara, rute penerbangan di Bandara Polonia Medan memang luar biasa padat.Puluhan pesawat harus antri untuk bisa masuk maupun ke luar Bandara Polonia. Ratusan bahkan ribuan penumpang harus sabar karena hampir semua penerbangan terlambat.Menurut Marsekal Pertama TNI, Gandjar Wiranegara selaku Kepala Staff Koopsau I penanggungjawab bencana alam NAD dan Sumut dipangkalan Udara Lanud Medan, normalnya jumlah penerbangan antara 130-140 perhari kini bisa mencapai dua kali lipat antara 240-260 kali penerbangan. "Puncaknya itu terjadi pada tanggal 3 Januari lalu yang mencapai 260 flight," ujar Gandjar di VIP Lanud Polonia Medan, Kamis, (6/1/2005). Padatnya kegiatan penerbangan tersebut diakibatkan karena banyak pesawat dari dalam dan luar negeri yang membuat banyak pesawat yang harus antri untuk mendapatkan slotime. Bahkan sampai harus menunggu di bandara keberangkatan sampai 1 hari. Untuk mendapatkan traffic entri di Lanud Medan,semua pesawat harus melaksanakan holding lebih dari 1 jam untuk menghindari holding yang cukup lama.Untuk menghindari itu, banyak pesawat yang harus melaksanakan penerbangan ke bandara Batam, Lanud Pekanbarudan, Lanud Padang. Kendala lain, parkir area di Apron Lanud Medan hanya mampu menampung 3 pesawat Hercules dan 3 pesawat Cinook. Sedangkan parkir di Bandara Polonia hanya mampu menampung 11 pesawat berbadan besar. Apalagi komunikasi penerbangan antara bandara Polonia dengan bandara sipil di NAD sempat terganggu sehingga menyulitkan koordinasi rencana penerbangan.Menurut Gandjar, sampai tanggal 3 Januari lalu, Lanud Medan telah mendistribusikan bantuan sosial ke NAD sebanyak 360 shotis dengan membawa barang sebanyak 2318 ton dan mengangkut pengungsi sebanyak 9.737 orang. Sebelumnya, kepala Staf TNI Angkatan Utara, MarsekalTNI AU Cheppy Hakim pada 30 Desember lalu mengatakanTNI AU menggelar operasi Emergency Air Fligth Operation untuk membantu pemerintah dalam misi pemulihan pasca bencana gempa dan tsunami di Aceh danSumatera Utara.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































