'Perebutan' kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) diisi oleh nama 4 rektor perguruan tinggi di Indonesia. Masing-masing memiliki rekam jejak tersendiri di dunia pendidikan. Mana yang mendapatkan dukungan paling banyak dari pembaca seleksimenteri.com?
Rektor pertama yang menjadi calon Mendikbud adalah Prof. Dr. Drs. Akhmaloka., M.Sc. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sudah menjabat sejak tahun 2010 dan akan berakhir di penghujung tahun 2014 ini. Sebelum menjadi rektor, Akhmaloka pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Kimia dan Dekan FMIPA ITB.
Ketika terpilih menjadi Rektor ITB, Akhmaloka bercita-cita untuk menjadikan riset ilmiah sebagai napas dari ITB. Pada Dies Natalis ITB ke-55 di bulan Maret 2014 lalu, pria berusia 53 tahun ini menetapkan ITB sebagai perguruan tinggi riset yang fokus dalam penciptaan ipteks baru melalui riset dan pendidikan pascasarjana, dan difusi ipteks ke masyarakat luas melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perhatian Anies di dunia pendidikan diwujudkan dalam bentuk Gerakan Indonesia Mengajar. Berawal dari menggagas program mengirim anak-anak muda untuk menjadi guru di daerah terpencil, Indonesia Mengajar kini berkembang sehingga ada pula Indonesia Menyala dan Kelas Inspirasi. Selain berkiprah di dunia pendidikan, Anies juga merupakan anggota Tim 8 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ketua Komite Etik KPK.
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Sudharto P Hadi, MES, PhD juga diunggulkan untuk menjadi Mendikbud. Lulus dari FISIP Undip pada tahun 1979, Sudharto kemudian mendalami Environmental Studies di York University, Canada untuk pendidikan S2 dan Community and Regional Planning di UBC, Canada untuk gelar doktor.
Sebelum menjabat sebagai rektor, Sudharto adalah Ketua Program Doktor Lingkungan Hidup UNDIP dan juga menjadi Country Coordinator, Sustainable Energy and Environmental Forum yang berbasis di Kyoto University Jepang. Ia pernah mendapatkan Penghargaan Kalpataru pada tahun 2013 dan menjadi moderator debat Pilpres 2014 dengan tema 'Pangan, Energi, dan Lingkungan'.
Rektor keempat yang menjadi calon Mendikbud adalah Prof. Yohanes Surya. Fisikawan Indonesia ini adalah pendiri dan Rektor Surya University sejak tahun 2013. Lewat universitas tersebut, pria kelahiran 51 tahun yang lalu ini memiliki misi menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis riset kelas dunia.
Yohanes Surya adalah pelopor Tim Olimpiade Fisika Indonesia pada tahun 1993 dan di bawah bimbingannya, pelajar Indonesia mendapat berbagai penghargaan di kompetisi dunia. Dia juga mempopulerkan cara belajar fisika yang gampang, asik dan menyenangkan (gasing) agar semakin banyak pelajar yang tertarik belajar fisika.
Hingga Jumat (5/9/2014) pada pukul 10.30 WIB, Anies memimpin perolehan dukungan dari pembaca seleksimenteri.com sebanyak 84%. Sementara itu, Yohanes Surya mendapat 12% dukungan, Akhmaloka 3%, dan Sudharto 1%.
Menurut Anda, siapa yang paling cocok untuk mengisi kursi Mendikbud? Ikuti polling-nya di sini.
(imk/erd)










































