Hetty Ngantung Di Mata Ahok: Dia Luar Biasa dan Patut Dicontoh

Hetty Ngantung Di Mata Ahok: Dia Luar Biasa dan Patut Dicontoh

- detikNews
Kamis, 04 Sep 2014 23:40 WIB
Hetty Ngantung Di Mata Ahok: Dia Luar Biasa dan Patut Dicontoh
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenang sosok Hetty Evelyn Ngantung Mamesah sebagai orang yang luar biasa dan patut dicontoh. Ahok menceritakan dia mengenal Hetty, istri almarhum mantan Gubernur Henk Ngantung itu, sejak menjadi wakil gubernur, pada 2012 lalu.

"Saya hanya berpikir ya tentulah beliau harus kita bantu. Selain karena beliau istri pak Henk Ngantung, Gubernur DKI, secara pribadi saya melihat orang tua ini rajin sekali pelayanan, hadir kemana-mana, luar biasa. Kita harus ucap syukur ada orang tua yang aktif. Dia orang tua yang luar biasa, tidak pernah melepas kebenaran, harus kita contoh, " ungkap Ahok.

Hal ini dikatakannya saat melayat jenazah almarhum Hetty di rumah duka di lantai 2 RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014). Hetty adalah istri mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965, Henk Ngantung. Dia meninggal dunia pada Rabu (3/9) dalam usia 75 tahun setelah lama mengidap darah tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok melanjutkan, setelah Hetty pernah beberapa kali datang ke kantornya di Balai Kota. Orang nomor dua di DKI ini pun berinisiatif membantu Hetty yang sudah berusia senja dengan memberikan dana sekitar Rp 3 juta per bulan.

Saat mendengar kabar Hetty sakit, Ahok mengaku sudah langsung meminta bawahannya membantu. Sayangnya sebelum sempat dipindahkan ke RSCM, ajal langsung menjemput. "Tapi saya tidak menyangka dia begitu cepat," kata Ahok dengan nada bergetar.

Malam sekitar pukul 20.00 WIB, Ahok juga mengikuti ibadah penghiburan di rumah duka yang dilakukan keluarga besar Hetty dan puluhan jemaat gereja tempat Hetty beribadah. Pendeta Emmy dari GPIB Taman Harapan yang membawakan kotbah juga mengenang Hetty sebagai sosok yang jujur dan sederhana.

"Bu Evi (panggilan Hetty) sosok istri pejabat yang benar-benar berjuang luar biasa untuk keluarga dan negara. Dia tidak pernah mengeluh, bahkan sampai titik nafas terakhir ibu Evi tetap penuh syukur," kata dia.

Jenazah almarhum akan dikebumikan besok pukul 9 pagi di tempat pemakaman Menteng Pulo, berdampingan dengan makam Henk Ngantung.

(ros/ahy)


Berita Terkait