Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku masih belum mendapat laporan resmi hasil investigasi 30 bus Yutong yang dikandangkan. Namun dia tetap berharap Korindo Motors, agen tunggal pemegang merek (ATPM) Yutong di Indonesia menggantinya dengan bus yang baru.
“Ya katanya mau mengganti. Enggak tahulah (kapan jadinya),” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014).
Jika ingin mengganti bus yang masih dalam masa garansi, maka APM harus mendatangkan bus dengan merek yang sama. “Mana bisa kalau dia pakai merek lain itu untuk mengganti (pada) kita. Enggak bisa dong, kalau dia mau ganti bus semua mesti yang Yutong dong,” ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ya mesti ditariklah, wong yang kebakaran kabelnya. Masalahnya kan di kabel listrik, tapi kita gak tahu, suruh penyelidikan dulu saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahok curiga spek kabel yang dipakai dalam bus Yutong memang tidak memenuhi kualifikasi. Namun menurutnya itu tak lepas dari kesalahan pada tim pengadaan bus TransJ di bawah kepemimpinan mantan Kadishub Udar Pristono yang mendatangkan bus-bus tersebut pada 2013 lalu.
“Dulu kan saya marah-marah, karena ada mesin bus yang karatan. Makanya saya curiga, itu juga jangan-jangan kabelnya bukan yang kualitas baik, cuma asal kabel doang. Kenapa lolos? Karena waktu merancang pengadaan barang juga tidak disebutin kabelnya setara dengan kabel apa. Itu yang saya bilang harusnya bus itu setara Mercedez Benz dong,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menyatakan pihaknya sudah mendapat hasil penyelidikan sementara. Dia berujar, kebakaran terjadi di luar kompartemen mesin, tepatnya di bagian kiri atas belakang bus. Kosasih menduga, penyebab bus terbakar dari masalah kelistrikan.
“Kalau kebakaran terjadi karena bahan bakar, atau kesalahan di mesin, kebakaran akan terjadi di kompartemen mesin. Tapi kalau sampai terjadi di bagian lain, berarti bukan karena itu penyebabnya. Kemungkinan besar karena hubungan arus pendek. Cuma hubungan pendek apa, kami belum tahu,” katanya, Rabu (3/9).
(ros/bil)











































