Saat digerebek oleh BNP2TKI, Rabu (3/9/2014), keadaan dalam rumah tersebut penuh sesak karena over kapasitas. Para TKW tersebut umumnya berasal dari NTT. Banyak di antara mereka tak dapat menunjukkan kartu identitas. Petugas dari BNP2TKI juga mendapati TKW yang masih di bawah umur.
Salah satu calon TKW bernama Ernawati (21) mengaku selama berada di tempat penampungan tersebut diajarkan sejumlah keterampilan supaya siap untuk dikirim sebagai TKI ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, wanita yang sudah sebulan berada di tempat tersebut mengaku tak memiliki masalah berarti. Namun semua penghuni termasuk dirinya dilarang untuk keluar rumah.
"Selama di sini memang tidak ada masalah, makan, menonton TV diperbolehkan. Hanya saja kami tidak boleh keluar BLK," jelasnya.
Dia juga mengisahkan, dirinya dibawa ke BLK atas ajakan dari Agus yang dikenalnya bekerja di PT Bukit Mayak Asri yang memiliki kantor di NTT. Dia pun mengatakan jika dirinya memang ingin bekerja ke luar negeri karena ingin merubah masa depan.
"Di Malaysia kami ditawarkan gaji sebesar 700 ringgit," kata Ernawati.
Dari informasi yang didapat BNP2TKI, para calon TKI yang berada di BLK KSP tersebut rencananya akan akan dikirim ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Tiongkok.
(rni/rmd)











































