“Ya ngacolah, masa baru beli busnya langsung kebakar kabelnya. Kesalahannya ada di mobilnya, mutunya jelek, speknya jelek,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2014).
Orang nomor dua di DKI ini menyatakan bus-bus yang baru beroperasi sekitar 8 bulan itu harus diselidiki secara menyeluruh. Pasalnya, adanya kejadian ini tentu makin mencoreng citra TransJ. Akibatnya, masyarakat umum bisa jadi takut naik bus umum.
“Kabelnya nggak bener, makanya harus diselidiki. Masa mobil baru setahun sudah bisa kebakaran, setahun kabelnya korslet. Apakah kabelnya kepanasan atau jebol karena kena matahari kita enggak tau,” kata dia.
Lebih lanjut, dia juga mempersilakan jika DPRD ingin membuat pansus untuk menyelidiki pengadaan bus TransJ. Dia pun tak mempermasalahkan jika kelak pansus tersebut nantinya menyeret mantan Kadishub atau bahkan Gubernur Jokowi, yang sempat ikut meresmikan bus Yutong pada Januari 2014 lalu.
“Terserahlah, pansus juga bagus. Gak masalah (kalau panggil Jokowi dan Kadishub). Itu haknya DPRD kok, hak DPRD kan untuk mengawasi dan memanggil (eksekutif),” pungkasnya.
(ros/bil)











































