Lagi-lagi Florence Minta Maaf, Kali ini Sambil Menangis

Lagi-lagi Florence Minta Maaf, Kali ini Sambil Menangis

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2014 17:57 WIB
Lagi-lagi Florence Minta Maaf, Kali ini Sambil Menangis
Dok Detikcom
Yogyakarta - Florence Sihombing mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini menjalani sidang etik oleh Komisi Etik. Untuk kesekian kalinya, dia menyatakan permintaan maafnya. Kali ini disertai isak tangis.

Di hadapan wartawan di Fakultas Hukum UGM, Dekan Fakultas Dr Paripurna juga menghadirkan Florence seusai sidang.

"Flo dihadirkan supaya bisa memperbaiki keadaan dan menurunkan tensi," ungkap Paripurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, Flo langsung menyatakan permintaan maafnya.

"Saya sangat menyesal atas perbuatan yang telah saya lakukan. Saya minta maaf kepada masyarakat Yogyakarta, Sultan, Kapolda DIY, pelapor, ormas, Fakultas Hukum UGM dan UGM. Sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya," kata Flo sambil menahan tangis.

Saat mengucapkan permintaan maaf dengan nada pelan itu, Flo tampak menahan tangis. Matanya tampak merah dan berkaca-kaca. Dia juga sempat berhenti sambil mengusap mata dan menutup mata dengan kedua tangannya.

"Saya jera, saya berjanji tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Ini pelajaran berharga. Kami memohon semuanya untuk bersedia memaafkannya. Sebab ini berpengaruh terhadap masa depan saya. Saya mohon untuk dimaafkan," pungkas dia.

Seusai Florence menyatakan permohonan maaf, Dekan FH UGM, Dr Paripurna berharap agar semua memaafkan dan Florence bisa memperbaiki dalam bertata krama. "Semoga dimaafkan," katanya.

Sebagai Dekan Fakultas Hukum dan sebagai anggota komisi etik lanjut dia, pihaknya juga menyampaikan maaf atas kesalahan anak didiknya (Florence). Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pendidikan yang dipimpinnya.

"Kami akan evaluasi semua, tidak hanya keterampilan tapi juga masalah nilai-nilai budaya," tegas Paripurna.

Dia menegaskan pihaknya dalam kasus Florence adalah urusan etika bukan masalah hukum. "Karena itu kami menarik masalah ini dari pidana ke etika," pungkas dia.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads