Saat pertama tiba di Arab Saudi kondisi Rusini cukup mengkhawatirkan dengan Hemoglobin (Hb) hanya 3,9 gr/dl dan suhu badan cukup panas. Dari RS Arab Saudi, kini Rusini ditangani oleh Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah.
"Kemarin panas tinggi, sesak, sekarang sudah berkurang. Mungkin sudah sakit sejak di Indonesia," kata dr Meddy, dokter jaga BPHI Madinah, Selasa (2/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatan medis, Rusini menderita CLL (Chronic Lymphocytic Leukemia). Selain itu Rusini juga menderita infeksi paru-paru. Rusini akan mendapat cuci darah dalam waktu dekat. Saat ini Rusini masih dirawat dengan infus.
"Sekarang kondisi mulai normal, panas badan mulai menurun, infeksi parunya sudah teratasi," kata Meddy yang juga Kepala BPHI ini.
Sementara itu, Konsultan ibadah PPIH di Daker Madinah, Abdul Choliq yang ikut menjenguk, memberikan wejangan kepada Rusini.
"Ibu sekarang itu semua karena takdir Allah barangkali ada hikmahnya. Minta Allah yang memberi jalan. Sekarang Ibu tidak usah berpikir ibadah arbain yang penting Ibu ada ibadah yang lebih penting lagi ibadah haji," ujar Choliq menenangkan.
Mendengar nasihat-nasihat dan dijenguk sejumlah orang membuat Rusini kembali bersemangat. Setelah diperiksa tekanan darah Rusini pun membaik. Ini disebut Choliq sebagai pengobatan dalam bentuk motivasi.
"Saya yakin Ibu Rusini minimal bisa di safari wukuf. Kalau badal kan kalau sudah sama sekali tidak bisa apa-apa," kata Choliq.
(van/rmd)











































