Gempa Susulan Masih Terasa di Banda Aceh

Gempa Susulan Masih Terasa di Banda Aceh

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2005 22:10 WIB
Banda Aceh - Gempa kecil kembali mengguncang kota Banda Aceh sekitar pukul 21.45 WIB. Peristiwa ini kembali membuat warga berlarian ke luar bangunan.Masyarakat setempat, tepatnya warga di Kawasan Lam Lagang, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, agaknya masih trauma dengan gempa dahsyay yang disusul gelombang stunami. Akibatnya begitu terasa ada getaran mereka langsung panik.Setidaknya sejak pukul 21.45 WIB, Rabu (5/1/2005) sudah terjadi beberapa kali gempa kecil. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sebelumnya memang sudah memperingatkan, hingga tanggal 15 Januari bakal terjadi gempa-gempa susulan. Namun kekuatan gempa susulan itu tidak akan melebihi 6,0 skala richter.Dengan kekuatan seperti itu dipastikan gempa tidak bakal menyebabkan terjadi gelombang tsunami. Gelombang stunami hanya terjadi jika kekuatan gempa berada di atas 6,0 skala richter.Menurut rilis yang diterima detikcom dari BMG, Rabu (5/1/2005), telah terjadi dua kali gempa tektonik. Gempa pertama terjadi pada pukul 21.34 WIB dengan kekuatan 5,4 skala richter dan berpusat di 83 km Barat Laut banda Aceh. Sedangkan gempa berikutnya terjadi pada pukul 21.54 WIB dengan kekuatan 5,6 skala richter dan berpusat di 135 km Utara banda Aceh. Listrik Mulai DiperbaikiPLN sampai hari ini sudah berhasil memperbaiki 214 gardu listrik dari sekitar 500 gardu yang rusak di Banda Aceh. Diperkirakan masalah listrik di Banda Aceh akan normal dalam 1 pekan mendatang."Saat ini sekitar 300 teknisi sudah didatangkan ke Banda Aceh. Jika semua kebutuhan material untuk perbaikan terpenuhi, dalam 1 pekan ke depan kebutuhan listrik masyarakat Banda Aceh terpenuhi," tutur Kordinator Pemulihan Listrik NAD, Bambang Susanto, di Banda Aceh. Bambang menegaskan, total kerusakan listrik di Banda Aceh sebanyak 400 kilo meter sirkuit (KMS) dengan kerugian sekitar Rp 500 miliar. Termasuk dalam kerugian itu adalah tidak beroperasinya pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) Terapung akibat terempas gelombang tsunami. (ast/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads