Diusulkan Jadi Calon Menkes, Dirut RS Fatmawati akan Tingkatkan SDM Indonesia

Seleksi Menteri detikcom

Diusulkan Jadi Calon Menkes, Dirut RS Fatmawati akan Tingkatkan SDM Indonesia

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2014 12:30 WIB
Diusulkan Jadi Calon Menkes, Dirut RS Fatmawati akan Tingkatkan SDM Indonesia
Jakarta -

Masyarakat mengusulkan nama Dirut RSUP Fatmawati dr Andi Wahyuningsih Attas sebagai calon Menteri Kesehatan. Merespons usulan masyarakat yang mengakses situs www.seleksimenteri.com itu, Andi pun bicara soal pentingnya program Kartu Indonesia Sehat.

"Akses pelayanan kesehatan yang mudah adalah kondisi di mana masyarakat tidak memiliki hambatan secara geografis untuk mencapai sarana pelayanan kesehatan, tersedianya tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai termasuk ketersediaan obat dan tidak memiliki hambatan financial dengan adanya jaminan kesehatan (universal coverage) seperti Kartu Indonesia Sehat," ujar Andi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (2/9/2014).

Sementara itu jaminan kesehatan yang universal baru akan tercapai jika ditunjang oleh penyebaran tenaga kesehatan yang merata. Paradigma mengenai perhitungan jumlah tenaga medis bukan sekedar dari populasi, tetapi juga aspek geografis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasio tenaga kesehatan dengan masyarakat harus diperhitungkan dengan tepat, bukan hanya rasio antara tenaga kesehatan dengan populasi, tetapi kondisi demografi dan geografis yang perlu menjadi dasar dalam perhitungan," kata Andi.

Salah satu cara untuk mencari sebaran tenaga medis yang tepat adalah dengan koordinasi antara Menteri Kesehatan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta instansi di bawahnya. Kondisi saat ini belum adanya kesamaan data mengenai sebaran dan kompetensi tenaga medis antara dua institusi tersebut.

"Perlu adanya kesinambungan program kesehatan antara pusat dengan daerah dan juga program kesehatan dengan kementerian lain. Selain itu perlu juga melakukan program-program kesehatan sesuai dengan fakta yang ada. Untuk itu ke depan saya akan mengembangkan 'Data Satu Pintu'. Di mana semua data dalam kementerian kesehatan dikelola, dikembangkan, di kompilasi dari satu unit/bagian," ujar dokter spesialis anestesi tersebut.

Sementara itu dirinya menyatakan bahwa kondisi sumber daya manusia Indonesia saat ini masih belum bisa dikatakan berkualitas. Indonesia berada di peringkat ke 121 dari Human Development Index di dunia.

"Langkah konkrit bidang kesehatan untuk mencapai hal di atas adalah dengan mengubah cara pandang dengan melihat status kesehatan masyarakat Indonesia mulai dari hulu sampai dengan ke hilir. Kondisi saat ini memperlihatkan belum berhasilnya sektor kesehatan," pungkas dia.

(bpn/erd)


Berita Terkait