Soal Pertemuan SBY dengan Koalisi Merah Putih, Pramono: Sah-sah Saja

Soal Pertemuan SBY dengan Koalisi Merah Putih, Pramono: Sah-sah Saja

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2014 11:21 WIB
Soal Pertemuan SBY dengan Koalisi Merah Putih, Pramono: Sah-sah Saja
Jakarta - Politikus senior PDI Perjuangan Pramono Anung santai menanggapi pertemuan SBY dengan Koalisi Merah Putih di Cikeas, Bogor. Menurut dia, pertemuan itu dinilai wajar karena SBY juga sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Ya saya yang pertama tentunya melihat sebagai ketua umum, beliau sah-sah saja bertemu dengan koalisi yang kemudian sacara bersama-sama di Pilpres kemarin mendukung Prabowo dan Hatta," ujar Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Pramono yang juga Wakil Ketua DPR itu menambahkan dalam perkembangan politik, bisa terjadi perubahan secara dinamis. Namun, dia melihat pertemuan ini terkait juga dengan persoalan UU MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) soal penetapan pimpinan dewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, sebagai parpol yang punya pengalaman sepuluh tahun di luar pemerintahan, dia menegaskan PDIP bisa menyikapi hal ini.

"Karena pengalaman kita dan PDIP di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang tentunya punya pengalaman yang luar biasa. Tapi, politik kita ini kan walaupun ada perbedaan sekarang yang paling penting sudah ada rule aturan main. Lebih baik kita sekarang menunggu MK mudah-mudahan MK memutuskan (gugatan MD3) sebelum 1 Oktober," sebutnya.

Dia meyakini jika MK memutuskan gugatan UU MD3 sebelum 1 Oktober 2014 maka bisa mengurangi ketegangan dalam dinamika politik. Pasalnya, jika ada ketengangan terkait UU MD3 maka dampaknya bisa terhadap pemerintahan.

"Kalau itu terjadi maka terjadi pengurangan ketengangan. Kalau terjadi ketegangan maka itu terjadi berdampak terhadap ke luar nanti. Maka itu
kami harapkan dan sekaligus meminta MK supaya hal yang berkaitan dengan MK sebelum tanggal 1 Oktober," katanya.

Lantas, bagaimana komunikasi PDIP dengan Partai Demokrat yang terkesan tidak ada titik temu?

"Komunikasi itu kan ada yang tertutup dan terbuka. Saya yakin walaupun ketemu atau tidak ketemu, kita akan saling respek satu sama lain. Dan, kita punya pengalaman panjang. Dalam beberapa hal kita bersama-sama dengan Demokrat, dalam beberapa hal kita berbeda dan itu menjadi bagian demokrasi," sebutnya.

(hat/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads