"Bagi prajurit TNI pengorbanan jiwa dan raga adalah doktrin yang melekat pada diri prajurit apalagi hanya tetesan darah yang diberikan untuk Indonesia tapi harus sadar satu tetesan darah itu sangat bermanfaat," ujar Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/9/2014).
Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka perayaan peringatan ke-69 HUT TNI. Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan donor darah menyasar terpenuhinya target peserta untuk memecahkan rekor MURI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendonor terdiri dari anggota TNI, Polri, PNS, Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardya Garini. Usai mendonorkan darah, Panglima TNI mengadakan telekonferensi dengan jajaran tingkat Komando Utama Operasi TNI yang tersebar di beberapa kota besar.
"Kalau pendonor mengorbankan dirinya untuk orang lain kalau teroris orang lain untuk dirinya. Ini yang perlu kita tularkan," kata Moeldoko.
Selanjutnya, mantan Pangdam Siliwangi ini langsung meninjau langsung suasana donor darah dengan menumpangi mobil caddy. Di atas mobil kecil terbuka itu, ia tampak didampingi oleh KSAL Laksamana Marsetyo dan KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia.
"Teman-teman dari Polri terima kasih telah berpartisipasi. TNI Polri bergabung donor darah ini bagus ini. Salam untuk komandanmu ya," ucap Moeldoko saat menyambangi tenda tempat anggota Polri beristirahat sambil menyalami.
"Siap!" balas mereka dengan sigap dan serentak.
"Prajurit dan PNS terima kasih," pungkas jenderal bintang empat ini sambil kembali menumpangi mobil caddy meninggalkan lokasi.
(aws/rmd)











































